Yayasan Nusa Penida Jawab Tantangan Gubernur

NPP32

Untuk Download Nusa Penida Post Vol 32 klik gambar di atas!

Ped, Nusa Penida Post
Seperti diberitakan sebelumnya (27/7), Gubernur Bali memberi bantuan dana stimulant kepada siapa saja yang mampu membersihkan pantai dari Pura Ped sampai Toya Pakeh. Inisiatif pun muncul dari I Nyoman Sudipa (37) selaku Pembina Yayasan Nusa Penida yang hadir pada simakrama Gubernur, ia langsung menerima tantangan orang nomor satu di Bali tersebut.

Jumat, 9/8 2013, Yayasan Nusa Penida memberi jawaban sekaligus bukti nyata terhadap tantangan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika melalui kegiatan bersih pantai dari Pura Ped ke arah barat menuju Pantai Toya Pakeh. Bersih pantai melibatkan unsur pemuda, termasuk Forum Krama Muda Nusa Penida (FKMNP) dan perwakilan STT dari sejumlah banjar dengan total peserta 55 orang. “Kita sengaja melibatkan kaum muda karena menjadi pioneer untuk menumbuhkan kesadaran di lingkungan mereka masing-masing” ungkap I Putu Gunawan (25) selaku sekretaris yayasan disela-sela kegiatan.

Aksi bersih pantai oleh Yayasan Nusa Penida dengan melibatkan STT untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan generasi muda

Aksi bersih pantai oleh Yayasan Nusa Penida dengan melibatkan STT untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan generasi muda

Menurut sumber panitia, pembersihan dilakukan melalui dua tahapan untuk meningkatkan efektivitas dan monitoring. Tahap pertama, dipusatkan di garis pantai sepanjang 2,5 Km yang melewati Banjar Bodong, Tanah Bias, Prapat dan Banjar Nyuh. Mengingat luasnya area, peserta yang telah dibekali satu kampil (red; kantong karung) sesuai absensi dibagi menjadi empat zona kerja. Tepat pukul 08.30 wita, peserta diberangkatkan ke sasaran masing-masing dipandu oleh panitia. Kelompok 1 mendapat jatah dari Toya Pakeh sampai depan Mapolsek Nusa Penida. Grup selanjutnya turun di loloan Prapat mengarah ke SDN 1 Ped. Kelompok 3 merapat di Pantai Bodong menuju barat dengan meeting point di SD N 1 Ped dengan grup 2. Sementara kelompok 4 bergerak dari Pantai Ped lanjut ke depan Kantor FNPF. Meskipun panas terik matahari cukup menyengat, peserta tetap semangat dengan diselingi guyonan. “Awas ada ranjau pasukan kuning” teriak Dewa Santa (25) disambut gelak tawa peserta lain.

sampah pantai

Peserta membersihkan pantai sepanjang 2, 5 Km

Sekitar 75 menit, semua kelompok berhasil mencapai finish point dan balik arah menuju Pura Ped dengan menyusur jalanan sambil memungut sampah. Peserta harus kembali memikul kantung dan berburu sampah. Tiba di lokasi awal, sampah dikumpulkan dan ditimbang, hasilnya sebanyak “705 Kg” sampah unorganic terkumpul. Ada tiga peserta terpilih dengan perolehan sampah terbanyak, pertama Dwipayana dengan perolehan 20 Kg sampah, disusul I Ketut Satu dengan 19 Kg Sampah dan posisi ketiga oleh Ni Kadek Sumarti dengan 17 Kg. Sebagai bentuk apresiasi, mereka diberi reward berupa baju.

tumpukan sampah

Tumpukan sampah plastik yang terkumpul mencapai 1,123 ton

Sampah sudah menjadi problematika tersendiri di tengah kehidupan masyarakat. Bahkan dari 10 keluhaan wisatawan yang berkunjung ke Bali, sampah menempati urutan puncak.  “Sampah menempati urutan pertama dari sepuluh keluhan tamu” urai Nyoman Sudipa. Pada sesi diskusi juga , salah satu peserta, Putu Yudiantara (22) mengungkapkan bahwa yang perlu dirubah adalah mind set masyarakat tentang masalah sampah dengan menumbuhkan kesadaran. Tak mau kalah, Ni Putu Penayanti juga menyampaikan perlunya sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan dengan melibatkan Desa Pekraman. Di sisi lain salah satu Pembina Yayasan Nusa Penida, I Ketut Pasek mengingatkan bahwa kegiatan ini tidak boleh hanya bersifat parsial semata dan harus ada sistem yang dibuat dengan berbagai pendekatan.

Setelah sesi diskusi ditutup, pembersihan tahap II kembali dilakukan dengan menyasar seluruh areal pura. Dalam 35 menit sebanyak 418 Kg sampah berhasil dikumpulkan di semua palebahan pura termasuk areal parkir dan wantilan. Secara total, kegiatan pembersihan yang digagas Yayasan Nusa Penida mengakumulasikan sampah sebanyak 1,123 ton sampah unorganic mulai dari plastik, kaleng minuman, ban bekas, sandal, sepatu dan aneka sampah non organik lainnya. Ini salah satu langkah real untuk mewujudkan “Bali clean and green.”

Reporter : I Gede Sumadi