Yayasan IDEP Rangkul Petani Gelar Festival Organik

SUKAWATI, NUSA PENIDA POST

Bali adalah salah satu daerah yang terkenal dengan sistem pertanian tradisional, yaitu subak bahkan dunia pun mengakui kearifan lokal ini secara khusus melalui lembaga resminya UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Subak dianggap sebagai salah satu warisan dunia yang wajib dijaga. Terlepas pengakuan tersebut, pertanian di Bali justru mengalami kemunduran dan semakin tergusur, tidak hanya masalah lahan yang semakin menyempit, pola pertanian yang dilakukan sekarang sudah bergantung dengan zat-zat kimia, seperti pupuk dan pestisida.

Beberapa lembaga yang concern terhadap pertanian dan isu lingkungan berupaya untuk membuat gerakan untuk mengembalikan jati diri pertanian di Bali. Salah satunya adalah Yayasan IDEP (idepfoundation.org) dengan menggalakkan program pertanian organik. Pola pertanian organik dinilai lebih ramah lingkungan, sehat dan produksi jauh lebih baik. Yayasan IDEP menggandeng sejumlah petani dari Kabupaten Bangli sebagai model percontohan dan Jumat, 22 Nopember 2013, para petani ini akan menggelar festival organik di Yayasan IDEP, Br. Dauh Uma, Desa Batuan Kaler, Sukawati, Gianyar. Acara ini menandai selesainya program transisi mereka dari pertanian padi non-organik ke pertanian sayur dan benih yang organik. Sejumlah petani yang dikonfirmasi (19/11) terkait persiapan festival mengaku senang bisa menunjukkan hasil pertanian organik yang sudah dirintis selama dua tahun.

“Kami sangat gembira bisa menjual produk kami di acara festival nanti. Kami mulai mempelajari metoda pertanian organik dua tahun lalu, saat kami membentuk kelompok tani ini. Awal tahun ini, kami mulai bekerja dengan Yayasan IDEP, LSM lokal yang bergerak di bidang permakultur dan pertanian organic,” terang I Ketut Suratna (50).

Yayasan IDEP mendukung petani dalam melaksanakan program pertanian organik

Yayasan IDEP mendukung petani dalam melaksanakan program pertanian organik

Suratna juga mengakui banyak keuntangan yang diperoleh selama menerapkan sistem pertanian organik. “Kami sudah dapat melihat keuntungan dari metoda ini. Kami menghemat sekitar 75% dengan metoda ini. Kami tidak perlu membeli pupuk ataupun pestisida. Sebagai pengganti pupuk kimia, cukup menggunakan kotoran ternak atau kompos tumbuhan,” tambahnya.

Ia pun kembali menegaskan bahwa mengkonsumsi hasil pertanian organic jauh lebih aman dan sehat. “Kami sekarang mengkonsumsi produk dari kebun kami sendiri. Kami dapat merasa tenang karena produk-produk tersebut bebas dari bahan kimia, sehingga kami merasa lebih sehat,” tegas Suratna penuh semangat.

Sepuluh petani dari Bangli akan berpartisipasi dalam pasar organik yang akan diadakan di pusat pelatihan Yayasan IDEP. Koordinator program, I Nyoman Sudiana (33) mengatakan keberhasilan program pertanian organik merupakan hasil kerja keras petani dalam mengubah pola pertanian dan pihaknya berharap keberhasilan ini bisa mendorong petani lain untuk mulai mengembangkan pertanian organik.

“Kami sangat bahagia karena para petani yang berasal dari salah satu daerah termiskin di Bali, telah berhasil menjalankan program ini dan sekarang dapat menunjukkan hasil kerja keras mereka selama ini. Ini setidaknya menjadi stimulus untuk mendorong petani lain mengikuti jejak keberhasil pertanian organik,” harap Sudiana.

Sudiana mengklaim, metode pertanian organic memberi keuntungan besar bagi petani. Selain menerima pemasukan yang cukup dari benih organik yang mereka jual, petani juga mampu mengurangi ketergantungan mereka pada perusahaan produsen benih internasional termasuk pupuk dan bahan pertisida kimia lainnya.

Acara pasar atau festival organik sengaja dirancang bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia. Pada festival kali ini, para petani berkesempatan memamerkan hasil produk mereka dan juga pelatihan berkebun, pagelaran musik serta demonstrasi memasak. I Nyoman Sudiana juga menyampaikan terima kasih Boeing Corporate Cybergrant atas dukungan mereka pada program ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Boeing Corporate Cybergrant selaku pendukung utama program ini. Tahun depan, kami berencana untuk melanjutkan program ini dan bekerjasama dengan lebih banyak petani,” tegasnya.

Editor: I Gede Sumadi