Warning: Use of undefined constant ‘DISALLOW_FILE_EDIT’ - assumed '‘DISALLOW_FILE_EDIT’' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | ‘WASPADALAH’ Gejala Penyakit Gondok
 

‘WASPADALAH’ Gejala Penyakit Gondok

DENPASAR, NUSA PENIDA POST
Ketika mengalami keluhan leher membengkak tiba-tiba, suara berubah serak, dan mengalami kesulitan menelan, maka anda patut memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Apa ini gejala penyakit “Gondok”? Atau penyakit lainnya? Mari kita bahas lebih lanjut.

Penyakit gondok atau dalam bahasa medis disebut struma/goiter adalah penyakit yang timbul sebagai akibat pembengkakan/pertumbuhan kelenjar gondok (tiroid) yang tidak normal. Benjolan biasanya terletak pada leher sebelah depan (pada tenggorokan). Kelenjar tiroid yang membesar dijuluki gondok yang merupakan benjolan yang terlihat di permukaan leher, mengganggu penampilan dan dapat mengakibatkan rasa rendah diri. Disamping itu, gondok sangat menggelisahkan sebagian penderitanya karena ketakutan akan tumor ganas. Fungsi kelenjar ini adalah mengatur metabolisme tubuh, sehingga segala sesuatunya berjalan lancar dan normal di dalam tubuh seseorang.

Penderita penyakit gondok dan gejala pembesaran pada leher

Penderita penyakit gondok dan gejala pembesaran pada leher

Gondok disebabkan kekurangan zat yodium pada asupan gizi yang dikonsumsi. Wanita hamil yang kekurangan zat yodium dapat mengakibatkan bayi meninggal dalam kandungan atau bayi dengan cacat mental ataupun pendengaran. Beberapa gejala penyakit gondok perlu kita waspadai. Pertama, terjadi pembengkakan pada kelenjar gondok dan mulut terasa tegang serta nyeri khususnya pada saat menelan makanan. Gejala berikutnya adalah penurunan nafsu makan. Pada masa seperti ini, penderita akan sering merasa mual, bahkan terkadang muncul rasa ingin muntah. Efek lanjutan terjadi peningkatan suhu badan serta telinga mendengung.

Beberapa daerah memiliki kecenderungan menderita penyakit gondok seperti pada daerah dataran tinggi, pegunungan, atau daerah dengan sosial ekonomi rendah. Warga di daerah tersebut harus meningkatkan konsumsi garam beryodium, konsumsi ikan laut, atau jenis sayuran hijau supaya kebutuhan akan yodium tetap tercukupi.

Pengobatan pada penderita gondok saat ini sudah dapat dilakukan mulai pada tingkat puskesmas dengan obat-obatan seperti propiltiuracil (PTU) serta golongan penyekat beta (B-Bloker). Apabila diperlukan tindakan pembedahan atau operasi, penderita harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat. Penyakit gondok harus diwaspadai sedini mungkin agar dapat dicegah sedini mungkin.

dr. Ida Bagus Aditya Nugraha, S.Ked memberikan sejumlah tips sebagai langkah awal pencegahan dan pengobatan lanjutan. Apabila terdapat benjolan yang sudah lama dan mengeras, segeralah minta bantuan kepada petugas kesehatan terdekat. Penderita yang sudah mulai mengalami keluhan berdebar-debar, gelisah, mata menonjol ke luar, kemungkinan anda mengalami jenis gondok yang sangat berbahaya dan memerlukan penanganan khusus.

Oleh : dr. Ida Bagus Aditya Nugraha, S.Ked