Warning: Use of undefined constant ‘DISALLOW_FILE_EDIT’ - assumed '‘DISALLOW_FILE_EDIT’' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Warga Teba Bangun Jalan Lintas dengan Swadaya
 

Warga Teba Bangun Jalan Lintas dengan Swadaya

TANGLAD, NUSA PENIDA POST
Persoalan infrastruktur jalan di Nusa Penida masih sangat jauh dari kata layak. Masyarakat pun berinisiatif untuk membangun jalan secara swadaya karena pemerintah dinilai sangat lamban dan berbelit-belit. Hal serupa terjadi di lingkungan pemukiman warga Teba yang masuk administratif Banjar Tanglad, Desa Tanglad, Nusa Penida dengan jumlah 62 kepala keluarga. Setiap mengikuti kegiatan adat dan desa, warga harus berjalan kaki sepanjang 3 kilometer dengan mendaki Bukit Pendeman di lereng pegunungan Tunjuk Pusuh.

Hampir semua warga memang memiliki sepeda motor tetapi mereka enggan menggunakannya sebab mereka harus melewati rute memutar yang sangat jauh. Jika memakai sepeda motor, warga harus memutar ke Banjar Watas dan melewati jalur curam Bukit Padang Dahung. Akhirnya warga pun memilih jalan pintas dengan mendaki bukit melalui jalan setapak. Menilik kondisi yang demikian, warga berinisiatif untuk membangun jalan lintas sendiri. Warga yang tanahnya dilewati pun memberikan secara sukarela bahkan ikut bergotong -royong.

Bentang badan jalan sepanjang 3 km dan lebar 3 meter yang dibuat hampir rampung 80% dengan masa pengerjaan hampir dua bulan. Pengerjaan awal dimulai bulan Juli dan dibagi secara berkelompok. Proses partisipasi warga juga tidak bersifat mengikat, semua didasarkan pada keingingan untuk mendapatkan akses yang lebih mudah. Rute jalan mengikuti jalan setapak yang biasa dilewati masyarakat dengan berjalan kaki dahulunya. Mengingat posisi jalan pada kemiringan, beberapa bagian bukit harus di-pahpah (red; dikeruk) dan sebaliknya di beberapa sisi diuruk dengan batu kapur.

Warga Teba, Desa Tanglad membangun jalan lintas secara swadaya sepanjang 3 kilometer

Warga Teba, Desa Tanglad membangun jalan lintas secara swadaya sepanjang 3 kilometer

Menurut ketua kelompok pengerjaan jalan swadaya dari Tebe ke Banjar Tanglad, I Ketut Mawar (56), jalan dibuat berawal dari keresahan masyarakat Tebe. Mereka merasa kawatir ketika di daerah Tebe ada kematian. Masyarakat harus memikul jenazah sepanjang 3 km lebih dengan berjalan kaki yang lebarnya tidak lebih dari setengah meter. “Kami merasa senang walaupun pengerjaan jalan swadaya ini belum rampung 100%. Dengan adanya jalan ini setidaknya perjalanan kami menuju Desa Tanglad lebih lancar,” ujar Mawar yang dikonfirmasi via telpon (15/9).

Bendesa adat Desa Tanglad, I Made Rama (48) berharap pembangunan jalan swadaya ini mendapat dukungan yang kongkret dari pemerintah daerah. “Akhirnya apa yang dicita-citakan masyarakat Tebe hampir terwujud, tinggal menunggu pemerintah untuk tahap pengaspalan sehingga lalu lintas lebih lancar,” tutur Rama saat meninjau jalan (14/9).

Ia juga menunjukkan kekecewaan terhadap wakil rakyat yang dipercaya sebagai penyambung aspirasi warga. “Wakil rakyat harus melihat kondisi masyarakat kami dan memperjuangkan kondisi yang masih terisolasi. Jangan sampai kami hanya dijadikan objek saja ketika mereka mau mencalonkan diri, setelah jadi lupa akan kondisi masyarakat yang seharusnya mereka perjuangkan pada pemerintah,” kritiknya.

Reporter: I Putu Gunawan