Warga Penderita Katarak Difasilitasi Untuk Operasi

DENPASAR, NUSA PENIDA POST

Sebanyak 40 warga yang diduga menderita katarak dan tumbuh daging pada bola mata difasilitasi untuk menjalani operasi. Lewat komunikasi dan kerjasama dengan berbagai instansi, I Made Jana memfasilitasi warga untuk mendapatkan penanganan operasi. Secara khusus, Dinas Perhubungan memfasilitasi transportasi warga dengan menggunakan jasa Kapal Ro-ro dan bus pada Rabu, (9/9). Seluruh warga selanjutnya diobservasi di Yayasan Kemanusiaan Bali yang ada di kawasan Sanur.

Warga menanti giliran untuk menjalani observasi mata sebelum dioperasi

Warga menanti giliran untuk menjalani observasi mata sebelum dioperasi

“Untuk transportasi, kami dibantu oleh Dishub Klungkung dengan Kapal Ro-ro dan bus. Selebihnya untuk akomodasi dan konsumsi menjadi tanggung jawab saya,” ujar Jana (10/9)

Berdasarkan hasil observasi di Yayasan Kemanusiaan Bali, dari total 40 orang yang difasilitasi, 3 orang menderita katarak sementara sisanya menderita tumbuh daging pada bola mata. Untuk memastikan kondisi warga, mereka pun kembali dirujuk ke Rumah Sakit Indera, Denpasar.

“Jumlah orang yang terduga katarak 40. Setelah diobservasi di Yayasan Kemanusian Bali yang ada di Jalan Pengembak Sanur, ternyata hanya 3 orang saja yang katarak selebihnya tumbuh daging pada bola matanya,” terang Jana yang juga legislator dari Nusa Penida ini.

Pada kesempatan yang sama, Jana mengatakan warga yang diobservasi yayasan akan menjalani operasi pada 25 September mendatang. Sementara yang dirujuk ke Rumah Sakit Indera akan dioperasi pada 16 dan 29 September dengan memanfaatkan jasa Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM).

“Yang di yayasan akan dioperasi tangal 25 September, yang di RS Indera dengan JKBM akan dioperasi tanggal 16 dan 29 ini. Semuanya kita fasilitasi dengan dukungan sejumlah instansi. Sebagian besar mereka warga tidak mampu dan buta huruf, jadi kami bantu,” imbuhnya.

Menurut Jana, program ini akan terus berlanjut dengan sebagai bentuk pengabdian kepada sesama. Ia pun berharap instansi seperi Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan ikut memfasilitasi mengingat masih banyak warga penderita serupa yang tidak tersentuh pelayanan.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta