Warga Gelar Pecaruan di Lokasi Runtuhnya Jembatan Kuning

LEMBONGAN, NUSA PENIDA POST

Peristiwa tragis runtuhnya Jembatan Kuning pada Minggu (16/10) lalu masih menyisakan trauma mendalam bagi warga sekitar. Tidak hanya kerugian material, 8 orang warga juga meninggal akibat tenggalam dan terkena serpihan badan jembatan. Sesuai dengan adat setempat, pihak Desa Pekraman Lembongan pun menggelar upacara pecaruan panca sata dan ngulapin atma (red; mengembalikan roh) terutama para korban pada Senin (1/11) kemarin. Menurut Wakil Bendesa Desa Pekraman Lembongan, I Wayan Suarbawa pecaruan dilakukan untuk menyucikan kembali lokasi dan menghilangkan trauma dan unsur negatif pasca ambruknya jembatan.

Masyarakat Lembongan gelar pecaruan di lokasi ambruknya Jembatan Kuning

Masyarakat Lembongan gelar pecaruan di lokasi ambruknya Jembatan Kuning

“Kami masyarakat Lembongan gelar upacara pencaruan sebagai mestinya guna menyucikan tempat ambruk Jembatan Kuning. Tepat umanis tilem sasih kapat masyarakat berkumpul di Jembatan Kuning sembahyang bersama memohon penguasa semesta agar diberikan keselamatan,” terang Suarbawa

Suarbawa juga menyebutkan upacara pencaruan digelar dengan meminta petunjuk kepada pemuka agama dan tokoh masyarakat sebagai pertimbangan. Upacara lebih besar berupa labuh gentuh akan digelar pada 31 Maret 2017 yang bertujuan untuk menetralisir aura negatif dan menyucikan alam semesta. Pihaknya berharap insiden serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Upacara panca sata yang digelar kemarin dihadiri ratusan warga dan berlangsung sekitar pukul 16.00 Wita di ujung jembatan sisi Lembongan. Pecaruan juga diwarnai kerauhan massal hingga membuat situasi cukup tegang. Perbekel Lembongan,I Ketut Gde Arjaya menandaskan upacara digelar sebagi bentuk penyucian.

“Upacara ini sebagai wujud mengembalikan serta penyucian kembali pasca ambruknya jembatan kuning. Selain itu, upacara ngulapin keluarga korban serta menghilangkan rasa trauma berkepanjangan,” ujar Arjaya.

Reporter: Santana Ja Dewa & I Wayan Bagiayasa

Editor: I Gede Sumadi