Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Unik, Bade diarak Melintasi Pantai
 

Unik, Bade diarak Melintasi Pantai

BATUMULAPAN, NUSA PENIDA POST
Pasemetonan Dalem Benculuk Tegeh Kori, Banjar Gede Desa Pakraman Batumulapan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung menggelar upacara ngaben massal (red; kremasi), Selasa17 September 2013. Prosesi yadnya yang digelar setiap lima tahun tersebut sebagai wujud bhakti terakhir kehadapan leluhur. Nilai sosialnya juga mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan efisiensi biaya tanpa mengurangi esensi dan makna upacara. Ketua Panitia ngaben masal, I Wayan Sueca (43) mengungkapkan jumlah sawa (red; jasad) yang di-aben sebanyak 31. Setiap jasad yang diupacarai dikenakan punia (red; sumbangan) Rp 10.000.000 sementara warga yang tidak punya sawa memberikan sumbangsih sebanyak Rp 200.000. “Ini adalah salah satu wujud kebersamaan kami untuk saling membantu dalam melaksanakan yadnya,” terang Sueca.

“Persiapan prosesi kremasi sudah kami lakukan hampir sebulan yang lalu. Tidak hanya warga yang punya upacara saja yang bekerja tetapi semua warga turut membantu dengan tulus,” tambahnya. Upacara ini juga diikuti oleh warga perantuan luar Bali yang sengaja pulang kampung.

Bade, pengusung jenazah pada upacara kremasi di Batumulapan, Nusa Penida melintasi pantai

Bade, pengusung jenazah pada upacara kremasi di Batumulapan, Nusa Penida melintasi pantai


Tepat menjelang tengah hari, bade (red; pengusung jasad) mulai diarak menuju kuburan. Ngaben massal kali ini benar-benar unik bahkan cukup ekstrem, pasalnya bade yang diarak harus melewati pantai dan gulungan ombak. Para pengusung bade pun harus rela nyebur dengan ketinggian air di atas paha. Diiringi gong baleganjur membuat suasan menjadi makin semarak. Ratusan warga pengusung pun penuh semangat meski berbasah-basahan. Beruntung air laut sedang surut jadi cukup mudah untuk mengarak bade.

“Kami apresiasi sekali terhadap pelaksanaan kegiatan ngaben massal ini. Kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan dan saling mendukung dengan mengedepankan gotong royong dan rasa saling memiliki tetap dijaga,” harap Bendesa Desa Pakraman Batumulapan, I Gede Agus Wahyudi (35) disela upacara.

Wahyudi juga menekankan pentingnya kebersamaan ditengah arus globalisasi yang sangat menggerus budaya. Sementara tokoh masyarakat setempat, Mangku Wayan Sugianta (52) mengungkapkan kegiatan ngaben massal yang belakangan mulai marak digelar sebagai hal yang positif dalam situasi global. “Kegiatan ini saya rasa mampu mempererat ikatan emosional, sosial dan ekonomi krama,” imbuhnya.

Reporter : Santana Ja Dewa