Ujian Nasional Bukan Penentu Mutlak Kelulusan

PED, NUSA PENIDA POST

Senin, 14 April 2014, hampir 7.000.000 pelajar SMA/sederajat di seluruh Indonesia serentak mengikuti ujian nasional (UN). Pada keterangan persnya beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh menjamin ketepatan pengiriman soal UN sehingga pelaksaan ujian berlangsung lancar. Hasil pantauan Nusa Penida Post (14/4), di SMA N 1 Nusa Penida, situasi ujian berjalan lancar. Sejak pukul 07.00 wita, siswa suda bersiap-siap memasuki ruang ujian dan pukul 07.30, ujian pun dimulai.

Kepala Sekolah SMAN 1 Nusa Penida, I Nyoman Dunia yang ditemui saat memantau ujian mengungkapkan bahwa UN kali ini diikuti 200 siswa yang tersebar di tiga jurusan. Program IPA terdiri dari 62 siswa, 70 Siswa IPB dan sisanya 68 siswa IPS. Berdasarkan aturan yang dikeluarkan Kementrian Pendidikan Nasional, nilai kelulusan siswa tidak secara mutlak ditentukan nilai UN semata.

Siswa SMAN 1 Nusa Penida sedang mengerjakan soal ujian nasional, (14/4)

Siswa SMAN 1 Nusa Penida sedang mengerjakan soal ujian nasional, (14/4)

“Nilai ujian sekolah (US) ikut menentukan kelulusan siswa. Sebab nilai akhir kelulusan dihitung dari komposisi 60 persen nilai UN dan  40 persen nilai US. Komposisi nilai US sendiri diperoleh dari 70 persen persen nilai rapot ditambah 30 persen nilai US,” terang Dunia.

Sampai saat ini, nilai UN memang masih memegang kendali bagi penentu lulus atau tidaknya siswa. Beberapa kalangan menilai, model ini kurang tepat untuk mengukur tingkat kemampuan siswa secara akurat karena proses pendidikan selama 3 tahun hanya diukur dengan sekali test. Sejak beberapa tahun lalu, nilai rapor dan ujian sekolah mulai diperhitungkan. Secara nasional, nilai UN penting untuk pemetaan pendidikan nasional dan khususnya bagi sekolah bersangkutan sehingga bisa mengevaluasi dan memperbaiki komponen yang dianggap kurang.

“Jadi nilai ujian sekolah turut menentukan kelulusan. Kalau dulu, semua kelulusan ditentukan oleh hasil UN. Sudah beberapa tahun ini, nilai akhir kelulusan komposisinya seperti itu. Proses anak belajar sejak semester satu sampai semester lima diikutsertakan dan diakumulasikan, kemudian digabungkan dengan nilai UN. Cara ini sangat membantu siswa dan proses belajar siswa selama tiga tahun diakui. Kami juga berharap siswa kami bisa lulus 100 persen,” tambahnya.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi