Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | ‘Tri Eka Swara Cita’ Tampilkan Alunan Merdu dalam Balutan Gong Kebyar
 

‘Tri Eka Swara Cita’ Tampilkan Alunan Merdu dalam Balutan Gong Kebyar

KLUNGKUNG, NUSA PENIDA POST

Selasa malam, 25 Nopember 2014, alunan gong kebyar terdengar merdu di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung. Sekaa Gong Wanita ‘Tri Eka Swara Cita’ terlihat begitu lihai memainkan alat musik tradisional Bali. Pemakaian busana khas kain rang-rang dengan motif khusus membuat kelompok penabuh terlihat begitu anggun dan percaya diri. Disaksikan langsung oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan wakilnya, I Made Kasta, Duta Nusa Penida asal Desa Pekraman Batumadeg ini pun tampil all out dan menyajikan sejumlah kreasi musik gong kebyar. Kelompok yang dibina oleh I Made Mustika dan I Nyoman Pindah ini mampu menciptakan perpaduan suara dari alat musik menghasilkan musik yang berirama, selaras dan dinamis.

Seperti diketahui, Pemkab Klungkung menyelenggarakan lomba gong kebyar wanita yang dihelat dari tanggal 25 hingga 26 Nopember, kemarin. Lomba ini diikuti empat duta dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Klungkung baik dari Kecamatan Klungkung, Dawan, Banjarangkan dan Nusa Penida. Peserta terbaik akan berhak mewakili Kabupaten Klungkung pada lomba yang sama di tingkat provinsi. Aneka kreasi dan perpaduan musik gong kebyar tersaji apik oleh peserta, tak kalah seru pendukung masing-masing duta juga memberi dukungan langsung yang menambah semarak suasana.

Sekaa Gong Wanita Tri Eka Swara Cita berfoto bersama seusai pentas pada Lomba Gong Kebyar Wanita Kabupaten Klungkung

Sekaa Gong Wanita Tri Eka Swara Cita berfoto bersama seusai pentas pada Lomba Gong Kebyar Wanita Kabupaten Klungkung

Dihubungi secara terpisah (27/11), Perbekel Desa Batumateg, I Made Mustika mengungkap pendeknya rentang waktu persiapan membuat pihaknya selaku panitia duta ngebut dalam pelatihan. Mustika juga mengklaim pihaknya terkendala pendanaan. Meski proposal sudah diajukan namun butuh proses yang cukup lama sehingga pembiayaan selama pembinaan mengandalkan dana bantuan sejumlah pihak termasuk donatur. Sejauh ini pun diakui dana yang ada masih kurang alias minus dan masih dicarikan sumber bantuan.

“Sementara, dananya dari Disbudpar Kabupaten. Keluarnya agak lambat sehingga ditalangi diawal. Untuk pakaian peserta dan lain-lain kami berusaha manage dan mencari celah untuk menutupi karena masih minus,” terang Mustika (27/11)

Ketika disinggung target raihan pada perlombaan kali ini, Ia mengaku sudah cukup puas bisa menjadi wakil kecamatan.

“Target awal kami bisa ikut berpatisipasi. Kalau harapan ya bisa mewakili kabupaten di tingkat provinsi. Untuk penilaian, kami serahkan sepenuhnya pada juri. Sudah cukup puas kami bisa mewakili kecamatan,” imbuhnya.

Salah satu anggota ‘Tri Eka Swara Cita’, Wayan Sudiati asal Batumadeg Kelod mengaku motivasi awal adalah agar bisa ngayah ketika ada hari raya. Sudiati tetap berharap bisa menampilkan bakat seni yang mereka miliki diberbagai kegiatan yang akan diadakan kedepannya.

“Kalau yang namanya peserta selalu ingin yang terbaik. Setidaknya tiang bisa ngayah di desa pada piodalan atau kalau bisa tampil pada kegiatan tertentu sehingga bakat kami tetap terasah,” ungkapnya (27/11).

Anggota lain yang enggan namanya disebutkan mengungkapkan kendala pada proses pembinaan sehingga khawatir penampilan kemarin kurang mantap.

“Pembinaannya 4 bulan tetapi tidak rutin, kadang-kadang karena pembinanya sedikit. Mantap itu baru jelang 20 hari pentas, jadi agak kurang pas ketika pentas. Kalau bisa, berikutnya pembinaannya mesti lebih banyak,” pintanya.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta