Transfer IPTEKS Guna Pengembangan Industri Mikro dan Kecil di Desa Sading

DENPASAR, NUSA PENIDA POST

Penganan sengait atau dikenal juga dengan nama kue cakar ayam merupakan salah satu penganan tradisional di Indonesia. Penganan ini memiliki bahan baku ketela rambat dan gula merah. Pasarnya pun cukup menjanjikan. Penganan ini sendiri mudah ditemukan di toko maupun warung di Bali. Salah satu daerah penghasil penganan ini adalah Desa Sading Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsin Bali. Sentra penghasil penganan ini salah satunya adalah Banjar Pekandelan, Desa Sading. Umumnya industri penganan sengait di Desa tersebut merupakan Industri Mikro dan Kecil (IMK).

Spesifikasi mesin parut yang dirancang dan dikembangkan

Spesifikasi mesin parut yang dirancang dan dikembangkan

Penggerak Motor listrik
Daya listrik 200 watt
Berat 5 kg
Jenis Pisau Modifikasi dari alat parut tradisional
Ukuran 15 cm x 30 cm x 30 cm

Dalam perekonomian, perkembangan IMK merupakan salah satu faktor pemacu dan mempercepat pembangunan daerah secara nyata dan strategis. Produksi yang dihasilkan usaha IMK Bali pada Triwulan I Tahun 2016 mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,91 jika dibandingkan Triwulan IV Tahun 2016. Capaian pertumbuhan IMK Bali tersebut berada di atas pertumbuhan nasional yang sebesar 0,76 persen pada periode yang sama.  Bahkan angka pertumbuhan IMK Bali pada triwulan tersebut jauh lebih tinggi dari angka nasional yang mencapai 5,91 persen (BPS, 2016).

Umumnya permasalahan yang dihadapi oleh IMK cukup banyak dan beragam. Dalam Laporan Badan Pusat Statistik mengenai pertumbuhan produksi industri manufaktur provinsi Bali triwulan I tahun 2016, secara spesifik permasalahan utama IMK pada umumnya berkaitan dengan aspek permodalan, kendala pemasaran, lemahnya pengembangan dan penguatan usaha, akses lembaga perbankan, desain, teknologi, daya saing, dan lain sebagainya. Hal tersebut memang dihadapi oleh IMK penganan sengait di Desa Sading.

STIKOM Bali dalam upayanya menjadi salah satu institusi yang berkewajiban untuk mengembangkan pengetahuan demi kemajuan bangsa, salah satunya dalam hal perekonomian melakukan berbagai macam kegiatan dalam mendukung usaha IMK. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh STIKOM Bali adalah pengabdian masyarakat dengan mentransfer IPTEKS di IMK penganan sengait di Desa Sading. Kegiatan ini juga memperoleh dukungan dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan memberikan bantuan dana pelaksanaan. Kegiatan ini dikoordinir oleh Luh Gede Surya Kartika, ST., MT yang merupakan dosen di STIKOM Bali. Jumlah seluruh pelaksana kegiatan adalah 3 orang.

Dalam kegiatan transferIPTEKS tersebut, STIKOM Bali melakukan pengembangan pada dua IMK penganan sengait di Desa Sading atau yang disebut dengan mitra kegiatan. Kegiatan tersebutmemiliki target untuk memperluas pangsa pasar. Perluasan pangsa pasar tentu harus dibarengi dengan peningkatan jumlah produksi, perbaikan tampilan produk, dan pemasaran yang baik.  Peningkatan jumlah produksi dapat dilakukan dengan mengembangkan sebuah mesin potong listrik. Saat ini mitra kegiatan menggunakan mesin parut sederhana. Alat produksi yang digunakan saat ini sangat bergantung pada kemampuan pekerja. Dengan menggunakan alat parut sederhana  proses pemotongan satu kuintal bahan baku  memerlukan waktu setengah hari atau 4-5 jam. Proses pemotongan ini memakan waktu hampir sepertiga dari proses produksi. Dengan menggunakan mesin parut, maka proses pemotongan bahan baku diharapkan berkurang menjadi 2-3 jam dengan jumlah produksi harian meningkat 10%.

Selain pengembangan alat parut, kedua mitra kegiatan tersebut juga diberikan pelatihan mengenai pemasaran dan pengemasan. Pelatihan-pelatihan ini bertujuan agar kedua mitra mandiri dalam memperluas pangsa pasar mereka. Pelatihan pemasaran yang dilaksanakan dibarengi dengan pelatihan penggunaan media pemasaran online. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa media pemasaran online saat ini merupakan salah satu media yang massive digunakan dalam jual beli produk. Pelatihan pengemasan dilakukan dengan berkerja sama Rumah Kemasan Kota Denpasar. Sebagai pakar dalam kemasan, Rumah Kemasan Kota Denpasar memberikan masukkan yang sangat baik dalam hal pengemasan.

Kegiatan pelatihan dan pemberian alat pengemasan

Selain dilakukan pelatihan-pelatihan dan pengembangan mesin parut, tim pelaksana kegiatan juga membantu mitra dalam melakukan perbaikan tempat kerja. Proses produksi produk penganan membutuhkan tempat produksi yang bersih dan sehat. Kedua mitra perlu untuk melakukan perbaikan tempat kerja produksi. Tempat kerja yang baik tentu akan membuat prosses produksi menjadi lebih nyaman dan bersih. Dari wawancara, diketahui bahwa tempat produksi ini belum pernah diperbaiki sejak dibangun, atau kurang lebih sudah digunakan selama lebih dari 10 tahun. Perbaikan tempat kerja sangat perlu untuk dilakukan. Kedua mitra juga menyebutkan bahwa, perbaikan tempat kerja akan membuat mereka menjadi lebih nyaman dengan sirkulasi udara yang baik saat proses penggorengan produk.

Hasil dari seluruh rangkaian kegiatan ini memiliki dampak dan maanfaat secara langsung kedua mitra. Kedua mitra memiliki tempat kerja produksi yang diperbaiki. Secara angka, terjadi perluasan pasar hingga mencapai 30% dari segi demografis dan geografis pelanggan. Hal ini ditunjukkan dengan mulai dipasarkannya produk mitra di Kabupaten yang lain yaitu Tabanan dan Gianyar. Selain pemsaran fisik, produk Mitra mulai terdaftar di situs e-commerce komersil. Hasil dari pelatihan juga menujukkan bahwa kedua mitra kegiatan 100% mandiri dalam memasarkan produk secara online dan manual.

Oleh: Luh Gede Surya Kartika, S.T.,M.T – Pelaksana Pengabdian Masyarakat STIKOM Bali – Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi