Warning: Use of undefined constant ĎDISALLOW_FILE_EDITí - assumed 'ĎDISALLOW_FILE_EDITí' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Tim Yustisi Garuk Penambang Hingga Pelayan Cafe
 

Tim Yustisi Garuk Penambang Hingga Pelayan Cafe

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Kasus meninggalnya tiga penambang batu kapur beberapa waktu lalu menjadi perhatian berbagai pihak termasuk Tim Yustisi. Guna mencegah kejadian serupa, Tim Yustisi yang dipimpin langsung Kasat Pol PP Klungkung, I Nyoman Sucitra didampingi Camat Nusa Penida dan Kasi Trantib, I Dewa Nyoman Sujana melakukan sidak ke sejumlah lokasi tambang, Kamis (25/6). Tim langsung meluncur ke lokasi kejadian termasuk ke Desa Batukandik dan mendapati kegiatan penambangan yang dianggap rawan serta membahayakan.

Pemilik pasir yang menaruh pasir di badan jalan diberi peringatan

Pemilik pasir yang menaruh pasir di badan jalan diberi peringatan

‚ÄúSangat berbahaya. Tinggi tebing kurang lebih 15 meter, dibawahnya banyak lubang galian yang rentan roboh. Bersebelahan dengan jalan, dikawatirkan kalau ini diteruskan badan jalan yang bersebelahan akan ikut kena getahnya,‚ÄĚ ujar Sucitra di lokasi.

Hasil pengecekan di lokasi, luas area tambang mencapai 62 are di atas lahan milik I Made Rekek (55). Pihak yustisi akhirnya memberi surat peringatan agar aktivitas penambangan dihentikan sementara hingga ada ijin atau rekomendasi kelayakan dari Kantor Lingkungan Hidup.

‚ÄúPenambangan bisa dilanjutkan apabila ada ijin dari Kantor Lingkungan Hidup yang dirokemendasikan oleh Bupati Klungkung,‚ÄĚ tambahnya.

Tim Yustisi juga sempat menyemprot pemilik pasir yang menggunakan badan jalan sebagai penampungan sementara hingga memperparah kemacetan di Pasar Mentigi. Malamnya, sekitar pukul 20.00 Wita sidak berlanjut di Toya Pakeh dan berhasil menjaring 4 pendatang yang diketahui 3 diantaranya berasal dari Nusa Tenggara Barat yakni Nalapudin, Kodir dan Masing Aya serta satu atas nama Siswondo asal Mudjorodo, Jawa Timur tanpa kipem.

Tim bergerak mengarah Desa Batununggul dan mendapati 3 pelayan cafe tanpa kipem. Ketiga orang ini masing-masing  Fatimah, Lia, Ayu Amel yang semuanya berasal dari Malang, Jawa Timur.

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi