The Leveh: Jejak Rindu Nusa Penida, Pesona dan Romantisme

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Kecintaan terhadap tanah kelahiran bisa diekspresikan dengan berbagai cara. Tidak hanya dalam wujud pembangunan fisik, lewat jalur seni ungkapan kecintaan ditampilkan sehingga melahirkan warna berbeda. Setelah sekian kali menelorkan lagu bercita rasa Nusa Penida, Band The Leveh kembali merilis lagu sekaligus video klip terbaru yang berjudul ‘Jejak Rindu Nusa Penida’.

Pengambilan video klip 'Jejak Rindu Nusa Penida' di kawasan Perbukitan Atuh

Pengambilan video klip ‘Jejak Rindu Nusa Penida’ di kawasan Perbukitan Atuh

Sebelumnya, tahun 2014, grup band yang didukung oleh I Wayan Sukadana selaku vokalis, Komang Budirta dan Dewa Umar pada gitar, disusul Kadek Ludra pada bass dan Agus Gede Koriana pada drum ini sempat hit dengan lagu ‘Mola-mola Nusa Penida. Lagu ini diciptakan khusus untuk mengangkat maskot wisata bahari setempat. Tidak hanya berorientasi pada lagu romantis, The Leveh juga mengkritik kondisi sosial lewat lagu ‘Petisi’ terkait mangkraknya dermaga Gunaksa tahun 2011 lalu.

Nama The Leveh sendiri dimabil dari bahasa lokal yang bisa diartikan ‘Jangan Lelah’ untuk berkarya. Menurut sang vokalis, I Wayan Sukadana yang dikonfirmasi Kamis sore kemarin (26/11) lagu terbaru Jejak Rindu Nusa Penida bertema romantisme dan kolaborasi eksplorasi keindahan alam.

“Lagu ini memang sengaja dibuat untuk mempromosikan keindahan Nusa Penida yang kini mulai menggeliat pariwisatanya. Hanya kalau tanpa dipadukan dengan nuansa cinta kurang menarik. Makanya saya buat Jejak Rindu Nusa Penida yang mengisahkan cowok lokal yang berpacaran dengan bule dan mereka berpisah, yang tersisa hanya jejak rindu di Nusa Penida,” terang Sukadana yang juga pencipta lagu.

“Ia sesekali lagu cinta untuk menambah gairah, masak terus lagu perjuangan dan alam saja. Biara gimana gitu,” imbuh Kadek Ludra sambil tertawa.

Gitaris, Komang Budiarta menambahkan bahwa rilis lagu dan video klip berkat dukungan berbagai pihak baik perusahaan maupun pribadi.

“Kami berterimakasih pada para pihak sponsor yang telah mendanai lagu ini. Untuk music director kami percayakan pada Bli Ketut Sila, gitaris Band Triple X. Mohon maaf klipnya lambat kelar karena berbagai kendala teknis,”jelas Budirta yang juga Ketua FKMNP.

Personillain, Agus Koriana dan Dewa Umar memberi apresiasi ke semua pihak dan tidak lupa berterimakasih pada para sahabat yang telah membantu dalam penggarapan video ini.

“Kita juga berterimakasih pada teman-teman yang telah membantu baik dari forum, komunitas dan perorangan sehingga klop bisa rilis,” ucap Agus yang diamini Dewa Umar.

Tidak hanya kuat pada rilik dn nada, kelebihan lain klip Jejak Rindu Nusa Penida adalah latar video dari berbagai objek wisata terbaik. Pengambilan video dilakukan di Pasih Bah Pandan Semaya, kawasan Pantai Atuh, Pasih Huug, Crystal Bay, Puncak Mundi dan di Jembatan Kuning, Lembongan hingga kerajinan kain khas, rang-rang. Untuk penggarapan video hingga editing dilakukan sepenuhnya oleh Gd Manu Teja Kusuma dan Nyoman Gustra.

“Pokoknya kami berusaha maksimal menggarap video ini. Untungnya sang model cewek yaitu Roza Rafikova dari Rusia dan Kadek Wiranatha yang juga asli Nusa Penida mudah diarahkan, sudah seperti model professional. Hanya medan yang agak berat dan berjauhan satu sama dengan yang lain dilokasi shooting cukup menyita waktu. Mudah-mudahan bisa berkenan,” harap Teja

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: Redaksi