Suriani Alami Lumpuh dan Perut Membesar

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

“Silahkan salurkan donasi anda ke https://kitabisa.com/bantusurianilumpuh atau bantuan bisa diserahkan langsung ke saudari Ni Komang Suriani di Dusun Kaja Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, terimakasih”

Ni Komang Suriani hanya bisa pasrah dan tergolek lemas di tempat tidur ketika ditemui di rumahnya pada Sabtu lalu (25/2). Tidak hanya menderita akibat kedua kakinya lumpuh, perut ibu dua anak ini tampak membesar. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, diagnosa dari dokter puskesmas menyebutkan korban menderita rematik. Perempuan yang tinggal di Dusun Kaja Sebunibus, Desa Sakti, Nusa Penida ini mengaku kelumpuhan yang dialami serta perut membesar sudah terjadi sejak awal Januari 2017.

Ni Komang Suriani yang menderita lumpuh dan perut membesar menjalani perawatan dan dijenguk langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta

“Saya mengalami lumpuh sejak awal Januari 2017, dua bulan lalu. Perut saya entah mengapa ikut membesar. Kini saya hanya terbaring lemah di tempat tidur. Padahal sebelum itu saya sehat-sehat saja. Sebelumnya saya sehari-harinya menjadi buruh serabutan. Kadang buruh bangunan, kadang pula buruh membuat batako. Sambil mengajak dua orang anak saya yang masih kecil,” ujar Suriani terbata-terbata sambil menyeka air matanya.

Kini kondisi Suriani jauh lebih baik pasca mendapat perawatan. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang mendapatkan informasi langsung memerintahkan penanganan. Seluruh biaya transportasi rujukan penyeberangan ke RSUD Klungkung dan biaya perawatan pun ditanggung. Suwirta bahkan langsung menjenguk korban di rumah sakit.

“Kondisinya sudah jauh lebih baik. Bisa ceria kalau diajak ngobrol. Semoga cepat sembuh,” tulis Suwirta pada sebuah postingan yang disertai foto saat menjenguk Suriani.

Suami Suriani, Astawan yang ditemui beberapa waktu lalu dalam kesehariannya bercerita hanya bekerja sebagai pedagang keliling. Ia pun harus berhenti bekerja dan mengurus istri serta anaknya yang masih kecil. Semenjak istrinya lumpuh dan tidak bisa bekerja, Astawan mengaku dibantu para tetangganya.

“Dulu ketika istri saya menjadi buruh dan saya pedagang keliling kami bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Tetapi kini setelah istri saya lumpuh total ia tidak bisa bekerja. Saya juga berhenti berhenti berjualan keliling karena harus mengurus istri dan anak-anak yang masih kecil,” kata Astawan sedih.

“Selama sakit, istri dan saya tidak bisa bekerja, saya dibantu para tetangga untuk kebutuhan sehari-hari. Namun kalau terlalu lama saya juga malu dan tidak enak,” ucap Astawan.

Pande Bagus Guna Sesana, warga setempat yang mengantar tim mengunjungi Suriani mengaku prihatin namun tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa membantu sekedarnya saja. Ia akhirnya menyampaikan informasi ke instansi terkait dan akhirnya korban mendapat penanganan.

“Bersyukur sekali sudah mendapat perawatan dan kondisinya lebih baik. Seluruh biaya ditanggung,” jelas Guna yang dikonfimasi Jumat pagi (3/3).

Guna pun menambahkan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan anak-anak yang masih kecil selama perawatan, pihaknya dan tim relawan sepakat membuka akses donasi lewat situs amal untuk menjembatani rekan-rekan yang ingin membantu. Sementara warga yang ingin membantu secara langsung bisa datang ke lokasi. “Donasi via online untuk rekan-rekan yang tidak bisa datang langsung sementara yang memungkin silahkan datang langsung,” jelasnya

Silahkan salurkan bantuan anda untuk saudari kita Ni Komang Suriani yang menderita lumpuh dan perut membesar, klik di https://kitabisa.com/bantusurianilumpuh

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta