Soulscape, Memandang Jiwa dari Sudut Seni Lukis

GIANYAR, NUSA PENIDA POST

Dunia seni selalu menyuguhkan sesuatu yang berbeda dan terkadang tak biasa. Lewat seni, para seniman menyentil berbagai fenomena sosial dan problematika yang melilitnya. Kali ini bertempat di Bentara Budaya Bali, sejumlah seniman ternama Bali, Jogjakarta, Jabodetabek hingga Sumatra menggelar pameran lukisan bersama dengan tema Soulscape In Progress #3. Pameran yang berlangsung dari 6 hingga 11 Nopember ini menyajikan karya seni abstrak. Sebanyak 28 seniman lukis dipastikan ikut ambil bagian selama pameran.

Reporter Nusa Penida Media, Santana Ja Dewa berpose pada pameran lukisan di Bentara Budaya yang digelar 6 - 11 Nopember 2015

Reporter Nusa Penida Media, Santana Ja Dewa berpose pada pameran lukisan di Bentara Budaya yang digelar 6 – 11 Nopember 2015

“Pemeran lukisan abstrak digelar bergulir hampir setiap tahun secara berkelanjutan setiap daerah seperti Jakarta, Jogjakarta, Malang, dan Ubud Bali. Skala pameran tidak hanya pada seniman lokal, namun secara nasional. Pelukis berbagai daerah di Indonesia ikut serta mendukung pemeran melalui karya yang spektakuler,” ungkap I Wayan Karja yang juga pelukis bstrak, Jumat (6/11).

Karja yang juga sebagai Dosen FSRD ISI Denpasar ini mengungkapkan ide dasar pameran ini adalah pemandangan jiwa (soulscape). Karya ini tentunya akan sangat bertolak belakang dengan pemandangan alam (landscape) atau pemandangan laut (seascape) dan bersifat sesuatu yang kasat mata dan secara visual dapat dilihat dan dirasakan oleh panca indera.

Soulscape lebih bermuara pada hati nurani, perasaan yang paling mendalam, gagasan pemikiran secara intelektual tentang kemurnian penciptaan yang memiliki kandungan keindahan pribadi sekaligus universal,” imbuhnya dengan mimik serius.

Menurutnya, karya ini merevitalisasi perkembangan dan kemajuan eksplorasi dalam menciptakan karya-karya baru. Pemahaman progress dimaknai dengan kehendak untuk mengadakan pembaharuan, pergerakan untuk berubah bukan sekedar tumbuh berkembang secara visual. Seorang seniman terutama pelukis lebih ditunjang olah pikir, karsa, dan diperkaya olah rasa.

I Putu Bonus Sudiana, seniman serba bisa asal Nusa Penida juga menampilkan karya seninya. Ia menilai pameran ini salah satu bentuk eksistensi seorang pelukis untuk meluapkan karya-karya fenomenal yang mendepankan gagasan istimewa. Pembukaan pemeran diawali dengan pembacaan puisi, pertunjukan seni, dan video art oleh seniman I Putu Bonuz Sudiana.Berikut kutipan puisi karya Putu Bonuz Sudiana.

Pemandangan Jiwa

Pejamkan mata sejenak

Ada sasaran pandang di lubuk hatimu

Pandangilah terus ……..

Kini gumpalan cahaya menerangi jiwamu

Dari Rembulan …….. datangnya

Meyeber keluar dari pohon tubuhmu …. Rasakan

Dialah matahari …..

Larutlah …… larutlah sedalam-dalamnya dalam hening

Pijar-pijar gemerlap menghalau kegelapan

Dilah gumintang …….

Berhembus sejuk dari jiwamu ….. menyebar keseruhan semesta

Dialah sang bayu …….

Rasakan Getaran pertiwi yang kau pijak …..

Kau adalah tanah, kau adalah api, kau adalah air, kau adalah angin …..

Dan kau adalah ruang kosong itu

Kita semesta …… jagalah

Terima kasih Tuhan …..!!!!

Pemandangan jiwa akan selalu bersinar dalam keheningan

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi