Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | ‘Sorog’ Peduli Kebersihan Pantai
 

‘Sorog’ Peduli Kebersihan Pantai

PED, NUSA PENIDA POST

Sampah menjadi permasalahan kompleks yang mendapat sorotan serius terkait penanganannya. Padahal jika dimanajemen dengan baik, sampah tidak hanya memberi manfaat sebagai pupuk organik atau didaur ulang, sampah juga bisa memberi nilai ekonomi. Banyak kota-kota besar yang kini menghadapi masalah serius terkait sampah. Rendahnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan membuat sampah berserakan di berbagai sudut, tidak terkecuali tempat-tempat umum. Tak jarang kita juga melihat pengguna transportasi laut membuang sampah ke laut seenak hati. Berbagai kelompok masyarakat telah melakukan upaya untuk turut menjaga kebersihan lingkungan. Satu diantaranya adalah kelompok ‘sorog’ (red; buruh angkut pelabuhan) di Pelabuhan Banjar Nyuh, Ped. Kelompok buruh dengan 20 anggota membuat agenda rutin membersihkan areal pantai pelabuhan sebelum melakukan bongkar muat.

Seperti yang terlihat pada Senin, (14/7) anggota membagi diri dengan peralatan sederhana berupa bangkrak (red; pengumpul sampah) dan cangkul. Bangkrak digunakan mengumpulkan sampah, sementara cangkul digunakan untuk membuat lubang yang digunakan untuk mengubur sampah yang terkumpul. Ketika ditelisik lebih jauh mengenai alasan sampah yang ada dikubur, mereka beralasan minimnya tempat sampah membuat pilihan terakhir dengan cara menimbun sampah di dalam pasir.

Kelompok buruh angkut Pelabuhan Banjar Nyuh melakukan bersih pantai sebelum bongkar muat

Kelompok buruh angkut Pelabuhan Banjar Nyuh melakukan bersih pantai sebelum bongkar muat

Kangguang malu tanem sing nden ada keranjang,” (red; biarin dikubur saja dulu karena belum ada tempat sampah), jawab Nyoman Mantra yang juga anggota sorog.

Bapak dua orang anak ini juga menerangkan bahwa kelompoknya bantuan dana setiap bulan untuk mendukung kegiatan bersih pantai. Dukungan mengalir dari kelompok organda, kelompok ojek , pemilik boat, saudagar sapi serta pemilik warung.

“Memang tidak seberapa tapi setidaknya sudah ada niat dan kesadaran dari mereka. Semoga saja lebih banyak orang yang sadar dan peduli, meskipun kasarnya hanya kami yang mencari rejeki di sini,” tandas Mantra.

Wayan Sarman yang notabene bukan anggota sorog turut serta mengumpulkan dan memisahkan sampah organik dan anorganik. Menurut Sarman, sebagian sampah memang dikubur karena tidak ada tempat sampah sedangkan sampah kategori non-organik akan dibakar.

“Sampah yang sudah dipilah, sebagian dikubur dan sisanya dibakar. Kami membutuhkan keranjang atau tempat yang bisa digunakan untuk mengumpulkan sampah-sampah ini agar bisa diangkut ke TPA,” jelasnya.

Kontributor: I Komang Kamartina

Editor: I Gede Sumadi