Siap-siap, Kuburan dan Gubuk yang Berdiri di Tanah Negara Akan Direlokasi

PED, NUSA PENIDA POST

Deretan gubuk sederhana yang dibangun warga untuk mengolah rumput laut sebentar lagi akan direlokasi. Pasalnya, hampir seluruh lahan tempat berdirinya gubuk petani rumput laut ini merupakan tanah milik negara. Bahkan sepanjang garis pantai tak sedikit bangunan semi permanen juga berdiri. Tidak hanya gubuk, setra atau kuburan warga yang berada di jalur tembusan sebelah barat Pura Ped juga akan dipindahkan. Untuk meminimalkan gesekan yang akan terjadi, pihak kecamatan dan desa mengakui sudah melakukan mediasi dengan warga.

Gubuk rumput laut yang berdiri di atas tanah negara akan direlokasi

Gubuk rumput laut yang berdiri di atas tanah negara akan direlokasi

Perbekel Desa Ped, I Ketut Karya tidak menampik jika warganya menggunakan tanah negara menjadi lokasi kuburan dan banyak gubuk yang dibangun para pertani rumput laut berdiri di atas tanah negara. Karya juga meminta agar warga mematuhi hasil kesepakatan bersama untuk menjaga keharmonisan semua pihak. Dari hasil mediasi yang digelar pihak Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan, setidaknya ada dua pokok kesepakatan, pertama kuburan diberi kelonggaran sampai proses upacara ngaben diadakan agar tidak terjadi suatu hal baik sekala dan niskala. Kedua gubuk petani rumput laut dianjurkan tidak sampai melebar bahkan membuat permanen dan siap relokasikan sewaktu lahan tersebut dibutuhkan pemerintah.

Camat Nusa Penida, I Gusti Agung  Gede Mahajaya juga meyakini mediasi yang dilakukan sebagai upaya terbaik untuk mencegah terjadinya gesekan.

“Mediasi kami lakukan agar tidak terjadi gesekan bahkan gaduh meluas di masyarakat. Rasa aman amat penting apalagi Nusa Penida mulai hangatnya pariwisata. Hasil kesepakatan bersama sementara ini kami memberikan kelonggaran baik kuburan menunggu sampai proses upacara ngaben dan akan direlokasi sebelah selatan jalan dan gubuk dianjurkan tidak sampai meluas,” jelas Agung

Disisi lain, Kapolsek, Kompol I Gede Arianta yang bertanggungjawab terhadap seluruh wilayah hukum Nusa Penida meminta adanya koordinasi sehingga kesannya tidak berjalan sendiri. “Mari kita bersama-sama menyelesaikan masalah dengan duduk bersama tidak main hakim sendiri. Titik temu setiap masalah bisa disepakati,” harapnya (29/2).

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi