Setelah Penantian Panjang, KKP Nusa Penida Resmi Ditetapkan

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Teka-teki pengelolaan potensi perairan Nusa Penida dengan segala kekayaannya terjawab sudah. Kawasan konservasi yang dicanangkan sejak tahun 2010 ini resmi ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikana republik Indonesia, Sharif C. Sutarjo pada Senin, 9 Juni 2014 bersamaan dengan pelaksanaan festival Nusa Penida. Pada acara peresmian hadir pula Dirjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Wakil Gubernur Bali, Direktur WWF, Putri Kepulauan, Putri Bali 2014, Dinas Keluatan dan Perikanan Provinsi Bali, unsur Muspida Klungkung dan disaksikan langsung masyarakat setempat.

Sharif C. Sutarjo yang diminta meresmikan penetapan KKP menyampaikan peresmian KKP Nusa Penida bertepatande dengan Triangle Day yang digagas oleh 6 negara, termasuk Indonesia, Philipina, Malaysia, Timur Leste, Papua New Nugini dan Kepulauan Solomon. Indonesia sangat berkepentingan dalam konservasi perairan karena diwajibkan memiliki kawasan konservasi seluas 20 juta hektar pada tahun 2020.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sharif C. Sutarjo meresmikan KKP Nusa Penida

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sharif C. Sutarjo meresmikan KKP Nusa Penida

“Setiap provinsi harus memiliki kawasan konservasi karena PBB mewajibkan kita untuk menyediakan 2 juta hektar lebih untuk kawasan konservasi perairan. Setelah diresmikan harus diikuti tindakan nyata untuk menjaga,” ungkap Sharif.

Bupati dalam sambutannya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk tindak lanjut pengelolaan KKP. Bupati juga menyinggung perlunya peran serta semua pihak sebagai bentuk tanggungjawab termasuk masyarakat Nusa Penida agar tetap memelihara dan menjaga lingkungan.

“Terkait dengan peresmian KKP kerjasama yang baik dengan semua pihak sangat diperlukan. Kami juga akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat dan provinsi,” jelas Suwirta.

“Setelah dibentuk, KKP harus ada yang mengurus dengan pembentukan kelembagaan yang diikuti pembangunan fasilitas penunjang sehingga jelas tanggungjawabnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Sharif C. Sutarjo juga meninjau kawasan yang dijadikan kantor pengelola KKP. Dari sumber terpercaya, pemerintah pusat memberi dukungan dana untuk pembanguanan kantor. Sementara Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta yang berkesempatan hadir mewakili Gubernur Bali merinci sejumlah agenda pembangunan yang menjadi prioritas di Nusa Penida. Tahap awal pembangun difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan dan pembangunan rumah sakit sehingga potensi bisa optimal.

“Tahun 2015, kita akan mulai pembangunan infrastruktur jalan dan pendukung lain, jembatan penghubung Ceningan dan Lembongan juga dibangun. Dengan begitu potensi kawasan konservasi sekitar 20,057 hektar yang sudah ditetapkan dapat berjalan bermanfaat dan paralel dengan pembangunan,” urai Sudikerta.

Reporter: I Gede Sumadi & I Kadek Sumawa

Editor: Redaksi