Senat Mahasiswa Politeknik Nasional Denpasar Serahkan Bantuan

TENGANAN, NUSA PENIDA POST

Peningkatan status awas Gunung Agung yang diberlakukan sejak Jumat (22/9) lalu semakin menambah jumlah pengungsi. Hingga Minggu (1/10) jumlah pengungsi tercatat 14. 399 jiwa yang tersebar di ratusan titik di 9 kabupaten kota di Bali. Jumlah pengungsi terbanyak berada di wilayah Kabupaten Karangasem mencapai 50.544 jiwa di 123 titik pengungsian. Berikutnya disusul Kabupaten Klungkung pada angka 24.240 jiwa yang tersebar di 118 titik. Tidak hanya berada di fasilitas umum milik pemerintah, ribuan pengungsi ditampung di balai banjar dan rumah warga.

Senat Mahasiswa Politeknik Nasional Denpasar menyerahkan bantuan di Banjar Gumung Kaja, Desa Tenganan, Minggu (1/10)

Hampir seluruh elemen masyarakat bergerak untuk membantu para pengungsi selain pemerintah dengan lembaga yang ada, warga pun berpartisipasi aktif memberi bantuan. Senat Mahasiswa Politeknik Nasional Denpasar pun turut menggalang donasi, hasilnya terkumpul sejumlah sembako, air mineral, kebutuhan dapur, obat-obatan yang diserahkan pada Minggu kemarin (1/10). Bantuan diserahkan di pos 3 yang berada di Banjar Gumung Kaja, Dusun Gumung, Desa Tenganan. Menurut Ketua Senat, Khoeruddin, bantuan dikumpulkan secara mandiri dari seluruh mahasiswa.

“Bantuan ini partisipasi dan kepedulian dari rekan-rekan mahasiswa. Kita buka posko di kampus untuk menampung bantuan,kemudian kita salurkan. Tidak hanya hari ini saja, kita masih tetap menerima segala bentuk donasi dan akan diserahkan pada tahapan berikutnya di pos yang berbeda,” ujarnya yang dikonfirmasi usai penyerahan bantuan.

Informasi dari Kelihan Adat Gumung Kaja, Wayan Merta setidaknya ada 95 pengungsi di pos 3 yang berasal dari Banjar Nangka, Desa Buana Giri Kecamatan Bebandem.

“Saudara-saudara kami ini datang sejak ditetapkan status awas dan ditempat di sini. Beberapa juga ada yang tinggal di rumah warga,” papar Merta.

Pantauan di lokasi terlihat ada sejumlah anak usia sekolah yang ikut mengungsi. Ni Wayan Purnami Asih, siswa kelas XI SMK Negeri 1 Bebandem pun turut mengungsi bersama keluarga dan terpaksa meninggalkan bangku sekolah. Sementara I Komang Wardana, siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Bebandem yang juga mengungsi harus belajar di SMP Negeri 4 Bebandem untuk sementara.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta