Sempat Ditunda, Lembongan Akhirnya Miliki Perbekel Baru

LEMBONGAN, NUSA PENIDA POST

Setelah sempat ditunda pelaksanaannya pada 2014 lalu, akhirnya masyarakat Lembongan menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala desa, Senin (12/1) lalu. Pengunduran jadwal pemilihan dikarenakan adanya surat edaran Mendagri bahwa pelaksanaan pemilihan di daerah tidak diperkenankan mengingat 2014 penuh dengan gejolak politik.

“Sebetulnya pelaksanaan pildes berlangsung pada tahun 2014 namun sesuai dengan ederan Mendagri bahwa pelaksanaan pemilihan di daerah tidak diperkenankan karena pada tahun 2014 merupakan tahun politik. Sehingga pelaksanaan diundur pada tahun 2015,” jelas I Ketut Budiasa yang juga ketua panitia pemilihan (13/1).

Masyarakat Desa Lembongan menggunakan hak suara pada pemilihan kepala desa, Senin (12/1)

Masyarakat Desa Lembongan menggunakan hak suara pada pemilihan kepala desa, Senin (12/1)

Setidaknya ada dua kandidat yang bersaing ketat untuk memperebutkan jabatan ‘perbekel’, yakni I Ketut Gede Arjaya dan I Made Suriadi. Kedua calon berasal dari Dusun Kangin. Secara administratif, wilayah Desa Lembongan juga mencakup sebagian Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan yang secara keseluruhan terdiri dari 6 dusun.

Informasi panitia pelaksana menyebutkan data DPT sebanyak 3.798 namun jumlah suara yang golput menyentuh angka 1.159 suara dengan persentase lebih dari 25%. Proses pencoblosan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 13.00 Wita. Saat perhitungan suara, kedua kandidat terlibat kejar-kejaran dengan perbedaan sangat tipis. Diakhir perhitungan, I Ketut Gede Arjaya dinyatakan unggul dengan perolehan 1.018 suara sementara rival-nya mengumpulkan 979 suara. Total ada sekitar 543 suara yang tidak sah dalam perhitungan.

“Pelaksanaan pildes berjalan sesuai yang kita harapkan. Mudah-mudahan apa yang sudah menjadi tujuan bersama untuk mewujudkan Lembongan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Lupakan hingar bingar pildes, mari kita berikan kesempatan kepada perbekel baru untuk mengwujudkan visi dan misinya yang sesuai dengan asta bharata,” harap I Nyoman Murta yang menjabat sebagai perbekel pada periode sebelumnya.

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Komang Budiarta& I Gede Sumadi