Semaya One Luruskan Isu Puluhan Korban Speed Boat, Ternyata Hanya ‘Hoax’

KUTAMPI KALER, NUSA PENIDA POST

Pihak pengelola speed boat Semaya One akhirnya meluruskan kabar miring terkait adanya puluhan korban akibat tengggelamnya salah satu fast boat yang mereka kelola. Operator yang dikonfirmasi langsung, Kamis, (16/7) membenarkan bahwa salah satu boat karam ketika sedang sandar namun tidak ada korban sama sekali. Tenggelamnya speed boat diperkirakan sekitar pukul 01.00 dini hari, diduga hembusan angin kencang dan gelombang tinggi serta kencangnya tali jangkar membuat boat terdorong ke bawah ketika air pasang hingga kemasukan air dan karam.

Petugas dan crew dibantu nelayan serta masyarakat melakukan evakuasi karamnya speed boat

Petugas dan crew dibantu nelayan serta masyarakat melakukan evakuasi karamnya speed boat

“Ini murni kelalaian crew kami dan perlu kami luruskan isu yang simpang siur yang beredar di masyarakat yang menyebutkan adanya puluhan korban jiwa itu sama sekali tidak benar. Sekali lagi tidak ada korban jiwa,” terang I Kadek Sarendra Jaya.

“Kejadiannya sekitar tengah malam jadi tidak ada penumpang. Penyebabnya tali pengaman yang terlalu kencang ketika air pasang boat terdorong ke bawah ditambah gelombang tinggi dan hembusan angin kencang. Hingga sore ini kami masih melakukan evakuasi dibantu nelayan, kepolisian dan masyarakat,” imbuhnya (16/7).

Sebelumnya, isu mengenai tenggelamnya speed boat Semaya One yang melayani rute Pelabuhan Buyuk –Sanur santer menyebar luas melalu media sosial seperti blackberry messangers. Broadcast yang beredar memunculkan rumor bahwa ada puluhan penumpang yang turut menjadi korban. Pantauan informasi via jaringan radio handy talky, kesimpang siuran informasi juga terjadi, bahkan menyebutkan korban tenggelam mencapai 35 orang. Berikut pesan yang beredar.

“berita duka bagi keluarga nusa penida. Keluarganya yg berangkat dari nusa penida: yg menumpang boat semaya-one. mohon diinformasikan bahwa semaya one tenggelam. Mhon dsebarkan,” demikian isi pesan yang tersebar via media sosial.

Informasi yang tidak tepat membuat sejumlah warga khawatir mengingat banyak penumpang yang memanfaatkan layanan ini untuk balik ke Denpasar setelah merayakan Galungan. Akibat kabar yang dihembuskan pihak yang tidak bertanggungjawab membuat warga mendatangi langsung kantor layanan Semaya One untuk mendapat informasi mengenai keluarga mereka.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta