Semarapura Festival, Bangkitkan Kejayaan Klungkung dengan Semangat Puputan

SEMARAPURA, NUSA PENIDA POST

“Apa yang terjadi masa lalu menyebabkan hari ini. Apa yang kita lakukan hari ini menyebabkan yang akan datang, atita, nagata,wartamana.”

Semarak Semarapura Festival yang digelar Sabtu, (25/4) seolah memberi suntikan semangat untuk pembangunan Klungkung ke depan. Ini menjadi ajang pembuktian bahwa bumi serombotan memiliki sejuta khasanah yang menjadi modal pembangunan. Kabupate Klungkung merupakan satu dari sembilan kabupaten dengan luas wilayah terkecil kedua namun secara historis, Klungkung pada masanya merupakan daerah terkuat di Pulau Dewata. Dalam lembar sejarah masih tersirat jelas bagaimana kejayaan Kerajaan Gelgel dengan rajanya yang bernama Dalem Waturenggong. Ketika berada di bawah kekuasaannya Klungkung meraih puncak keemasan bidang pemerintahan, adat dan seni budaya pada abad ke 14 dan menjadi pusat peradaban di Bali hingga Lombok dan Blambangan, Jawa Timur.

Para peserta Semarapura Festival tetap tampil maksimal di tengah guyuran hujan

Para peserta Semarapura Festival tetap tampil maksimal di tengah guyuran hujan

Sekilas, kemasyuran itu yang kini coba dibangkitkan oleh Kabupaten Klungkung. Acara festival perdana dibuka langsung oleh Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika dan didampingi langsung Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta beserta jajaran serta ribuan masyarakat. Meski diguyur hujan derah, para peserta tetap tampil memukau dengan kreativitas masing-masing. Tema festival kali ini mengacu pada Tri Semaya yakni atita, nagata, wartamana. Tema ini menjadi cermin kegemilangan masa lalu, semangat perjuangan hari ini untuk merengkuh kesuksesan masa depan yakni Klungkung unggul sejahtera.

Festival dipusatkan di depan Monumen Puputan Klungkung dan diawali dengan karnaval budaya. Berbagai atraksi unik pun disuguhkan dari seluruh elemen masyarakat. Pawai Ogoh-ogoh,  Jangkang, Sanghyang Gerodog, dan karnaval budaya lainnya membuat tamu undangan dan penonton terpukau. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta mengatakan Festival Semarapura I akan memunculkan semua potensi seni dan budaya di Kabupaten Klungkung. Ia pun tidak menampik, festival pertama ini perlu evaluasi untuk pergelaran berikutnya. Festival Semarapura juga menampilkan seni dan budaya lintas agama sebagai bentuk penghormatan akan kebhinekaan yang ada di Kabupaten Klungkung.

“Kita harapkan semua potensi akan muncul melalui kegiatan ini. Mengingat baru pertama kali digelar, kita akan selalu melakukan evaluasi sebagai bahan dalam pagelaran ditahun berikutnya,” ujar Suwirta

“Menariknya karena kita menampilkan kebudayaan lintas agama sebagai penghormatan kebhinekaan di Klungkung,”imbuhnya.

Festival Semarapura I dijadwalkan akan berlangsung selama empat hari dan berakhir pada Selasa (28/4) besok bertepatan dengan puncak Peringatan Hari Puputan Klungkung ke-107 dan Hut Kota Semarapura ke-23. Selama kegiatan berlangsung akan disuguhkan berbagai hiburan, mulai kesenian tradisional Bali maupun hiburan nasional. Pengunjung pun dimanjakan dengan berbagai pameran hasil kerajinan yang ada di setiap stan di sekitar lapangan.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi