Sektor Industri Kreatif Lahirkan Peluang Usaha

BANJARANGKAN, NUSA PENIDA POST

Era persaingan global saat ini menuntut setiap individu ataupun perusahaan untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi terbaru. Generasi muda tidak harus selamanya berpangku tangan atau berharap jadi pegawai semata. Doktrin ini coba dimentahkan oleh I Kadek Topan Adi Wijaya, kreator muda yang kini bergelut di bidang desain grafis, khususnya desain baju. Warga asal Banjar Banda, Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung beranggapan bahwa kreativitas bisa menjadi peluang usaha meski saat ini minim apresiasi dari masyarakat.

Industri kreatif yang dikelola I Kadek Topan Adi Wijaya

Industri kreatif yang dikelola I Kadek Topan Adi Wijaya

“Apresiasi masyarakat masih kurang bisa jadi penyebab lesu minat pelaku industri kreatif. Problemnya, belum bangga menggunakan atau apresiasi produk putra daerah. Dari segi kualitas bisa bersaing,” ujar Topan yang ditemui di tempat usahanya, Selasa (15/3).

Topan menilai, selama ini dukungan dari instansi terkait untuk mengembangan industri kreatif berbasis home industry sangat kurang. Klungkung yang begitu diakui dengan torehan sejarah panjang dan berbagai karya monumental memiliki beragam industri kreatif yang mesti digarap. Industri kreatif perlu didorong dan diberi ruang tumbuh kembang untuk menguatkan ekonomi masyarakat. Terlebih pada pelaksanaan MEA, tidak ada batasan untuk bersaing sepanjang memenuhi ekspektasi konsumen.

“Industri ini sangat peran penting bagi UMKM, apalagi MEA bergulir kesiapan bersaing terbuka lebar. Kualitas dan kuantitas mesti menjadi modal,” tambahnya.

Dunia desain grafis memang bukan barang baru bagi Topan meski sempat jatuh bangun. Berbekal modal pengalaman kerja di sablon, ia pun mencoba berdiri dengan membuka usaha sendiri. Hampir kolap di tahun 2000, usaha yang dirintisnya kini mulai membuahkan hasil.

“Pesanan lumayan, senyum pelanggan menyukai hasil karya saya menjadi pelecut berkreasi. Saya mencoba, tradisi dikawinkan dengan desain modern dan menjadi ciri khas,” jelasnya

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi