Sekartaji Kawasan Blank Spot, Warga Naik Bukit Akses Sinyal

SEKARTAJI, NUSA PENIDA POST

Desa Sekartaji berada di sudut paling selatan pulau bahkan wilayah yang terdiri dari 6 dusun masing-masing Dusun Sedehing, Ramuan, Sekartaji, Tabuanan, Bungkil dan Dlundungan ini bisa dikatakan sebagai salah satu perbatasan NKRI. Di sini pula terdapat titik terluar yakni Tanjung Sedehing yang dilengkapi dengan lampu mercusuar. Ditengah pesatnya perkembangan teknologi modern, kawasan ini justru masih blank spot alias kawasan yang tidak bisa mengakses jaringan telekomunikasi dan informasi. Praktis kondisi ini membuat warga kesulitan dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi khususnya perkembangan informasi dari media sosial.

Desa Sekartaji masuk wilayah blank spot sehingga warga harus naik bukit cari sinyal

Warga setempat I Wayan Kasta mengatakan untuk mendapat akses komunikasi harus naik ke atas bukit. Ia juga mengeluhkan layanan air yang jarang mengalir dan jalan yang rusak parah.

“Kalau siaran televisi bagus, jaringan komunikasi hampir tidak ada, kecuali mencari di bet (red; semak) di atas bukit. Kalau jalan huug (red; rusak) semua. Air satu tahun acepok gen idup (red; sekali hidup dalam setahun),” tutur Kasta.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang melakukan kunjungan Bedah Desa pada Sabtu lalu (18/2) langsung mendapat keluhanan dari masyarakat. Tidak hanya mengadu lumpuhnya akses komunikasi, keberadaan infrastruktur jalan dan air juga menjadi harapan masyarakat. Perbekel Desa Sekartaji, I Made Carma menyebut banyak akses jalan yang tidak maksimal, berlubang bahkan belum diaspal.

“Inilah yang sangat dirasakan masyarakat Desa Sekartaji, dan kesempatan ini kami mohon bapak Bupati Klungkung, untuk bisa membantu keinginan masyarakat,” ujar I Made Carma yang juga Perbekel Desa Sekartaji.

Menanggapi usulan warga, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta jajaran SKPD yang hadir untuk segera menindaklanjuti. Pihaknya juga memantau langsung berbagai permasalahan terkait infrastruktur, administrasi pemerintahan, pendidikan hingga kemiskinan. Sejumlah bantuan pun langsung diserahkan kepada KK miskin, sarana pendidikan serta bedah rumah dan bedah dapur. Ada 3 warga yang memperoleh bedah rumah yakni Ni Made Kartini, Ni Nyoman Silib, dan I Ketut Demdem sementara khusus bedah dapur diberikan kepada I Nyoman Gentos, Nyoman Perti, Ni Made Kuning dan I Wayan Jegjeg.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi