Save Lingkungan, Lembongan Surf Team Tanam Mangrove

LEMBONGAN, NUSA PENIDA POST

Sehari setelah perayaan Saraswati, tepatnya Minggu pagi, (29/11) umat Hindu biasanya melakukan prosesi Banyu Pinaruh. Berdasarkan hasil pantauan, kawasan pantai pun dipadati warga dengan aktivitas mandi dan berenang. Kegiatan berbeda justru dilakukan oleh Lembongan Surf Team, kelompok pencinta olahraga surfing ini menanam pohon mangrove di kawasan Pulau Lembongan.

Lembongan Surf Team tanam mangrove di Lembongan

Lembongan Surf Team tanam mangrove di Lembongan

Menurut Wayan Lena, Ketua LST, penanaman mangrove merupakan agenda rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Pulau Lembongan merupakan kawasan pesisir yang rentan dengan abrasi dan intrusi air laut. Keberadaan hutan mangrove seluas 120 hektar lebih menjadi benteng alami untuk menjaga lingkungan dan ekosistem. Pengelolaan hutan mangrove juga memberi dampak positif secara ekonomis dengan berbagai program wisata edukasi dan ekologinya.

“Program ini salah satu rasa kepedulian terhadap keberadaan lingkungan yang telah memberikan segalanya. Memang diakui abrasi menggerus pantai Jungutbatu. Hargailah alam, sebelum alam murka,” ucap Lena.

“Dua minggu sebelumnya LST menggelar bersih pantai. Sementara kegiatan tanam mangrove tidak ada hubungan dengan Banyu Pinaruh, ini kebetulan saja. Hari ini dipilih setelah berbagai pertimbangan salah satunya pantai dalam surut disamping anggota pagi-pagi tidak ada kegiatan surf sementara anggota diluar surf masih belum jam kerja,” jelasnya.

Lena mengajak semua lapisan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Alam memberikan peran andil besar bagi pariwisata di Lembongan. Bisa dibayangkan jika kawasan hutan mangrove rusak, Pulau Lembongan dipastikan tergerus. Berbagai biota laut yang memperkaya keragaman ekosisten juga akan lenyap yang otomatis mengurangi daya tarik wisata.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi