Sanur Mostly Jazz Festival , Etalase dan Destinasi Musik Jazz

SANUR, NUSA PENIDA POST

Pergelaran perdana Sanur Mostly Jazz Festival berlangsung semarak dan menyedot perhatian pengunjung. Festival yang berlangsung tiga hari dan ditutup pada Minggu kemarin (16/7) menghadirkan sejumlah musisi kelas atas Sandy Winarta Trio, Tohpati, Ito Kurdi, Sandhy Sondoro, Oele Pattiselanno, Margie Segers, gitaris I Wayan Balawan dan Dewa Budjana. Panggung besar di bibir pantai di depan Griya Santrian Resort  dengan latar selat badung yang eksotik membuat suasana lebih hidup dengan ratusan penonton yang didominasi wisatawan asing. Menurut penggagas acara yang juga musisi Indra Lesmana mengakui Sanur menjadi destinasi yang tepat untuk pergelaran musik jazz dan mendukung perjalalan pariwisata budaya yang merupakan bagian dari acara Sanur Village Festival.

Sanur Mostly Jazz Festival diakhiri dengan sesi ‘Surya Sewana’

“Atmosfer Sanur yang sangat cocok dengan audiences jazz membuat saya yakin kawasan ini akan menjadi destinasi musik jazz dan ikut mewarnai perjalanan wisata budaya yang telah berlangsung puluhan tahun,” ucap Indra.

Sandy Winarta Trio alumnus Australian Institute of Music Australia dan New School for Jazz and Contemporary Music di Manhattan, New York, AS tampil mengawali dengan irama drum yang dipukul ritmik.  Berikutnya penampilan gitaris Tohpati yang membawakan beberapa komposisi dari album membuat suasana romantis senja di Pantai Sanur. Sementara musisi Ito Kurdhi yang tampil berikutnya merasa bahagia karena tiga hari sebelumnya meluncurkan album ‘Terbang Melayang’.

“Ya, saya bersyukur bisa tampil di ajang ini sekalian untuk memperkenalkan dan promosi album baru,” kata pembetot bass yang sering tampil di sejumlah festival ini.

Kehadiran Sandhy Sondoro dengan kekhasan vokal serta liriknya membuat sebagian penonton tak tahan untuk bergoyang. Sedert lagu pun dibawakan Sandhy semisal Why Don’t We (2008), Jazz In The City with Sandhy Sondoro (kompilasi) (2009), Sandhy Sondoro (2010), Find The Way (2012), Vulnerability (2014), Berlin! Berlin! Lck Lieb Dir So Sehr (2016), dan Love Songs (2016).

Puncak  hari pertama Sanur Mostly Jazz Festival dengan performa gitaris senior Oele Pattiselanno yang menggandeng vokalis jazz Margie Segers. Keduanya kerap tampil bersama mendiang Jack Lesmana pada 1970-an baik di panggung jazz maupun di dapur rekaman. Musikalitas Oele membuat pengunjung enggan beranjak.

Musisi I Wayan Balawan yang tampil di hari pertama menambahkan Sanur dan Ubud memiliki potensi besar menjadi kiblat musik jazz. “Sanur dan Ubud sangat cocok untuk mengelar festival jazz yang kelak menjadi oasis di tengah pergaulan internasional warga yang bertahun-tahun berinteraksi dengan berbagai bangsa di dunia,” ujar Balawan

Festival Ditutup dengan Surya Sewana

Penutupan Sanur Mostly Jazz Festival, Minggu (16/7) kemarin berlangsung istimewa. Jika penutupan acara biasanya malam hari, kali ini justru pagi hari bersamaan dengan matahri terbit. Musisi Indra Lesmana yang juga penggagas festival ini memanggungkan repertoar ‘Surya Sewana’ didukung 10 musisi lain termasuk Dewa Budjana. Tepat pukul 06.00 wita pertunjukan diawali dengan denting genta disusul gema Puja Tri Sandya. Ketika puja pagi menyongsong matahari itu berakhir, Indra merangkainya dengan nada-nada pentatonis dari grand piano disusul instrumen lainnya.

Ratusan penonton pun mengaku ‘terpaksa’ bangun pagi untuk menonton konser ini disuguhi mahakarya Tuhan yakni merekahnya sinar matahari di sela-sela mega berarak di cakrawala. Pemandangan yang indah itu pun seakan menyempurnakan komposisi ‘Surya Sewana’ yang terdiri lima lagu dan berdurasi 50 menit itu.

“Ini  sangat mengesankan dan penyelenggaraannya memenuhi estimasi awal. Animo penonton yang sebagian besar wisatawan mancanegara, juga melebihi target. Apalagi dukungan para musisi yang menambah kami bersemangat untuk menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan,” papar Indra.

Pemilik Griya Santrian Ida Bagus Gde Sidharta Putra (Gusde) yang ikut mengaggas acara ini mengatakan puas atas pertunjukan jazz selama tiga hari ini yang merupakan bagian dari Sanur Village Festival (SVF) yang digelar Agustus mendatang. Apalagi pada Sabtu malam kapasitas 460 kursi yang tersedia terisi penuh.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi