Warning: Use of undefined constant DISALLOW_FILE_EDIT - assumed 'DISALLOW_FILE_EDIT' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Ro-ro Docking, Tarif Angkutan Melonjak
 

Ro-ro Docking, Tarif Angkutan Melonjak

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Setelah sempat diundur, akhirnya Kapal Ro-ro Nusa Jaya Abadi dibawa ke Surabaya untuk perawatan berkala sejak Senin, 4 Nopember 2013. Docking yang biasanya memakan waktu 1 bulanan ini tentu meresahkan masyarakat, pasalnya pendistribusian barang dari dan ke Nusa Penida menjadi tersendat. Akibatnya harga barang melonjak naik.

Untuk mengatasi permasalahan angkutan tersebut, Pemerintah Daerah Klungkung melalui Dishubkominfo menjalin kerja sama dengan Kapal Wulabuya II sebagai pengganti sementara. Beroperasinya Kapal Wulabuya II ternyata tidak bisa menyelesaikan masalah sepenuhnya. Salah seorang sopir truk, I Made Sutama (31), mengatakan bahwa tarif penyeberangan yang dipatok terlampau tinggi.

“Harga tiketnya sangat tinggi, kalau memaksakan untuk menyeberang pastinya kami akan merugi. Lebih baik nunggu Roro beroperasi sehingga harga tiket kembali normal,” pungkas Sutama dengan mimik kecewa (27/11).

Senada dengan Sutama, Bendesa Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul, I Dewa Nyoman Yusa mengatakan adanya kapal kontrak ini hanya sebatas melayani pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) saja, sedangkan yang lainya seolah-olah tidak dilayani. Walaupun melayani pengangkutan harga tiket yang mesti dibayar mengalami kenaikan cukup fantastis.

“Hal ini mengakibatkan banyak sopir truk menganggur. Tarif mobil carry yang dulunya hanya Rp 140.000 meningkat menjadi Rp 600.000, yang lebih parahnya lagi tarif truk melambung menjadi Rp 1.250.000 padahal dulunya cuma Rp 250.000,” ujarnya.

Kenaikan tarif Kapal Wulabuya II dikeluhkan warga karena dinilai tidak rasional

Kenaikan tarif Kapal Wulabuya II dikeluhkan warga karena dinilai tidak rasional

“Secara otomatis semua bahan pokok serta bahan material bangunan akan melonjak. Pemerintah Daerah Klungkung harusnya cepat menangani masalah ini, kalau bisa segera mendatangkan kapal pengganti sejenis roro dengan tarif yang lebih rasional,” tambah Yusa.

Hal yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat setempat I Dewa Gede Sutaya, Ia mengaku sangat khawatir dengan kondisi seperti ini. “Ketika harga angkut terlalu tinggi tentunya akan menimbulkan efek domino pada kenaikan semua kebutuhan pokok masyarakat. Kalau bisa diupayakan dari semua pihak agar paling tidak tarif naik hanya 5%,” harap Sutaya.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Pepatah itu terasa cocok dengan kondisi masyarakat Nusa Penida saat ini. Bagaimana tidak, warga yang tidak lagi terlayani secara layak justru harus kembali ditekan dengan naiknya tarif angkutan yang terkesan sepihak dan memberatkan. Jika ditelisik sudah hampir 6 tahun kapal roro beroperasi namun problematika klasik ini selalu muncul dan ‘tumbalnya’ tentu masyarakat. Lalu kemana instansi terkait selama ini?

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Komang Budiarta