Revolusi Mental Mlempem, 88% Tenaga Kontrak Mangkir

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Revolusi mental yang didengungkan pemerintah sepertinya tidak bisa sepenuhnya diterapkan. Sikap dan prilaku disiplin pegawai masih jauh dari harapan. Banyak pihak yang menengarai kondisi ini terjadi akibat sistem perekrutan yang salah. Bukan sekedar isapan jempol, banyak pegawai kontrak merupakan keluarga pejabat dan tak jarang titipan sejumlah pejabat berpengaruh, termasuk oknum DPRD. Ibarat bau kentut, ia ada namun sulit terlihat. Ini adalah awal sebuah kebobrokan namun masih terpelihara dengan baik. Tak sedikit pula pejabat masih memelihara dengan subur mental priyayai. Jangankan melayani, sejumlah pejabat justru minta dilayani.

Laporan dari masyarakat juga menyebutkan banyak kantor desa yang baru buka pelayanan pukul 09.00 pagi bahkan harus dicari ke rumahnya. Tidak mau kecolongan, DPRD Klungkung tiba-tiba menggelar sidak di sejumlah instansi di Kecamatan Nusa Penida, Jumat (13/3) kemarin. Hasilnya cukup mencengangkan, dari 42 tenaga kontrak di UPT. Penyeberangan, hanya 5 orang yang hadir.

Anggota DPRD Klungkung melakukan sidak di sejumlah instansi (13/3)

Anggota DPRD Klungkung melakukan sidak di sejumlah instansi (13/3)

“Sidak pertama di UPT. Penyeberangan Nusa Penida, banyak hal yang ditemukan dan yang paling mencengangkan disiplin sangat jauh dari harapan. Banyak pegawai terutama tenaga kontrak yang berjumlah 42, tapi yang hadir cuma 5 orang, malah Kepala UPT. tidak ada di kantor.  Apakah ini sudah menjadi budaya?” ujar anggota DPRD Klungkung, I Komang Suantara saat sidak.

Suantara yang biasa dipanggil Otal bahkan meminta agar bupati memberikan surat peringatan kepada dinas terkait. Temuan ini pun harus secepatnya ditindaklanjuti agar pelayanan kepada masyarakat bisa optimal. Tidak hanya disiplin yang menjadi masalah, saat musim penghujan beberapa atap gedung bocor dan kurang perawatan.

“Luar biasa! Dari 42 orang, 37 tenaga kontrak yang mangkir. Kalau dipakai absen sidik jari juga tidak menjamin, selama lingkungan kerja mendukung untuk melakukan kecurangan. Semua kembali ke displin dan etos kerja, disiplin ya terbentuk salah satunya ya kasi sanksi,” imbuh Otal.

Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru yang turut sidak meminta instansi terkait melakukan evaluasi  dan petugas melaksanakan tugas sesuai tupoksi masing-masing. Selain di UPT. Penyeberangan, sidak juga berlanjut ke kantor Camat Nusa Penida, hasilnya dari 12 tenaga kontrak, yang hadir 8 orang. Inilah potret carut marut rusaknya prilaku pejabat yang diklaim menjadi abdi negara tetapi nyatanya tak lebih dari hama.

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi