Pura Gunung Cemeng Berdiri Megah Di Atas Tebing

BUNGA MEKAR, NUSA PENIDA POST

Bagi penekun dunia spiritual, Pulau Nusa Penida memancarkan vibrasi yang begitu terasa. Jika ditelisik lebih jauh, pulau ini dikelilingi sejumlah pura besar nan sakral untuk menjaga kesuciannya. Secara sederhana di bagian utara berdiri Pura Ped, sisi timur ada Pura Batu Medawu, di selatan ada Pura Tunjuk Pusuh dan di tengah Pura Puncak Mundi sebagai titik pusat. Di sisi barat berdiri pura yang disebut Pura Gunung Cemeng. Meski masih jarang diketahui publik, berkunjung ke pura ini akan memberi kesan istimewa. Pura Gunung Cemeng berdiri megah di atas tebing terjal dan diapit lembah curam.

Pura Gunung Cemeng tepat berada di atas tebing dan diapit dua lembah curam

Pura Gunung Cemeng tepat berada di atas tebing dan diapit dua lembah curam

Secara administratif, Pura Gunung Cemeng berada di Banjar Cacah, Dusun Sebuluh Desa Bunga Mekar. Posisinya masih berada dalam satu kawasan dengan Pura Paluang dan objek wisata Mata Air Seganing. Untuk mencapai pura, pengunjung bisa mengikuti jalur yang mengarah ke Pura Paluang dan mengikuti petunjuk yang ada menuju Banjar Sebuluh. Jalur menuju lokasi cukup menantang dengan berjalan di atas punggung bukit yang tipis dengan dua jurang menganga di kedua sisi dan hanya bisa dilewati sepeda motor, itupun kalau anda cukup bernyali.

Pemandangan dari Pura Gunung Cemeng kombinasi tebing dan laut biru menghampar

Pemandangan dari Pura Gunung Cemeng kombinasi tebing dan laut biru menghampar

Sepanjang rute tersaji pemandangan alam perpaduan tebing tinggi menjulang dan laut biru membuat siapa saja melongo dan tidak berkedip. Suasana sekitar juga masih sangat alami dan hembusan angin samudera menyapa dengan dengan segala kesegarannya. Jika dilihat dari laut, posisi pura mirip Pura Uluwatu yang berada tepat di puncak tebing cadas. Sejumlah pengunjung bahkan menyebut jalur ini mirip tembok besar Cina. Tepat di bawah tebing terdapat mata air legendaris yang dikenal dengan nama Mata Air Seganing. Lagi-lagi untuk mencapai mata air harus meniti tebing dengan kemiringan terjal yang bisa menciutkan nyali.

Hamparan pemandangan di areal pura membuat pengunjung betah menikmati, jauh dari suasana modern yang penuh hiruk pikuk. Secara filosofis, pemujaan di Pura Gunung Cemeng bertujuan untuk memohon kesuburan, keharmonisan dan kesejahteraan. Selain itu, keberadaan pura berkaitan erat dengan Pura Puncak Mundi. Masih menurut penuturan warga setempat, dulu wilayah ini sempat mengalami kekeringan hebat hingga seroang bertani berdoa agar diturunkan hujan. Alhasil doa pun terwujud, sebagi rasa terima kasih dibangun sebuah stana atau pelinggih yang selanjutnya berkembang menjadi pura. Ketua Pengempon Pura, Ketut Rawa yang sempat dikonfirmasi beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa pura ini juga diempon oleh warga rantauan di luar daerah.

“Pengempon pura dari Banjar Cacah berjumlah 23 KK baik yang berdomisili Nusa Penida dan warga rantaun, Sulewesi, Kalimantan, Sumbawa dan lainya. Puja wali jatuh pada rahina Buda Kliwon Matal,” terang Ketut.

Reporter: Santana Ja Dewa & I Komang Budiarta

Editor: I Gede Sumadi