Puluhan Motor Dicat Oknum yang Tidak Bertanggung Jawab

SANUR, NUSA PENIDA POST

Raut kesal dan kecewa tampak terlihat dari beberapa warga Nusa Penida yang baru saja balik dari kampung halamannya. Pasalnya, motor yang mereka parkir di area parkir Pantai Sanur disemprot dengan cat berwarna hitam. Penyemprotan ini diduga sengaja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut salah satu juru parkir, Made Rana, kejadian sepeda motor dicat oleh bromocorah (red; orang jahat) baru diketahui pada Rabu, 21 Mei 2014 yang bertepatan dengan Hari Raya Galungan.

“Kejadian pengecatan ini baru kami ketahui di pagi hari pada saat Galungan, kemungkinan aksi ini dilakukan pada malam Penampahan Galungan,” ungkap Rana.

Sejumlah motor di areal parkir Pantai Sanur disemprot cat hitam oleh oknum tidak bertanggungjawab

Sejumlah motor di areal parkir Pantai Sanur disemprot cat hitam oleh oknum tidak bertanggungjawab

Made Rana pun menambahkan bahwa kejadian ini diluar tanggung jawab pengelola parkir, sebab sudah sangat jelas bahwa areal ini hanya tempat parkir bukan tempat penitipan motor. Ia pun menghimbau agar warga yang ingin menyeberang ke Nusa Penida untuk menaruh motor di tempat penitipan.

Sementara salah seorang pemilik motor kecipratan cat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan motornya diparkir sejak Selasa (20/5) pagi. Ia pun mengakui sering memarkir motornya di areal tersebut namun belum pernah kejadian buruk yang menimpa selama ini.

“Motor saya parkir Selasa pagi. Sekarang kok jadi seperti ini? Baru kali ini ada kejadian begini, sebelumnya belum pernah ada kejadian pengecatan ini, paling-paling helm saja yang hilang,” cetusnya dengan nada kesal Jumat, (23/5).

Menjelang hari raya Galungan, warga Nusa Penida berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya. Membludaknya jumlah kendaraan bermotor membuat tempat penitipan tidak bisa menampung semua sepeda motor. Alhasil, warga menaruh motor di area terbuka dengan dengan kondisi rawan tindak kejahatan, termasuk kasus penyemprotan cat.

Reporter: Komang Budiarta

Editor: I Gede Sumadi