Proyek Jalan Cold Mix Dikritik, PU Minta Peran Serta Masyarakat

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Untuk pertama kalinya masyarakat Nusa Penida menikmati berkendara di atas jalan mulus cold mix. Proyek prestisius beberapa paket dengan anggaran miliaran ini setidaknya menjadi bukti realisasi pembangunan infrastruktur yang telah lama dinanti. Meski demikian, berbagai kritik dan laporan masyarakat sempat muncul dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Laporan yang diunggah ke grup media sosial tersebut memuat sejumlah foto kondisi jalan pasca diperbaiki. Kontan nitizen pun beraksi dengan berbagai komentar meski banyak yang tidak memahami spesifikasi teknis proyek yang berjalan.

Proses perbaikan jalan induk beberapa waktu lalu di sebelah barat Pasar Mentigi

Proses perbaikan jalan induk beberapa waktu lalu di sebelah barat Pasar Mentigi

Sebagian besar kritik berkutat pada jalan yang masih bergelombang, tingkatan kepadatan hingga ketebalan jalan yang dianggap kurang. Menanggapi ini, pihak DPRD Klungkung melalui Komisi II dibawah komando Gede Gita Gunawan, I Made Jana langsung turun ke lapangan selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait yakni UPT. Dinas PU Nusa Penida, kontraktor, pengawas, konsultan hingga rekanan.

Hasil perbaikan jalan induk dengan sistem cold mix

Hasil perbaikan jalan induk dengan sistem cold mix

“Tiang hanya menerima keluhan ruas jalan Toya Pakeh – Suana. Jalan bergelombang, kekerasan cold mix tidak maksimal dan ketebalan yang dinilai kurang maksimal juga. Sehingga kami di Komisi II memutuskan untuk melihat langsung dan meminta penjelasan dari pihak terkait,” terang I Made Jana yang dikonfirmasi Kamis siang (12/11)

Pertemuan pun digelar Senin malam, (9/11) seluruh stakeholder hadir untuk meminta penjelasan sesuai dengan laporan dari masyarakat dan dipadukan dengan hasil temuan tim DPRD di lapangan. Dalam rapat ini terungkap sejumlah fakta proyek jalan cold mix yang secara teknis jarang diketahui publik. Lebar jalan yang diperbaiki sesuai dengan badan jalan yang sudah ada atau minimal 3,5 meter dengan ketebalan 4 cm dan batas minimal 3,6 cm. Pihak PU memastikan jika diluar dari spesifikasi kontrak, Pemkab tidak akan membayar pengerjaan proyek tersebut. Banyak masyarakat yang berpikir bahwa proyek jalan sama dengan jalan hot mix yang ada di Bali daratan sementara proyek jalan yang dilakukan di Nusa Penida menggunakan sistem cold mix.

Proses pengaspalan cold mix ini cukup panjang dengan berbagai tahapan bahkan campurannya mencapai hasil kepadatan maksimum hampir dua minggu dengan cuaca yang mendukung. Beberapa jalan yang bablas ketika disandari motor diduga akibat proses pengerasan yang belum optimal. Dihubungi terpisah, Kepala UPT. Dinas PU, Nyoman Suarta menyambut baik laporan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan.

“Kami akomodir semua laporan masyarakat sebagai kontrol. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak pelaksana dan dari hasil uji lab sudah sesuai dengan spesifikasi. Jika memang masih ada bagian tertentu yang kurang baik, kami akan perbaiki karena masih ada waktu pengerjaan hingga 28 Desember mendatang. Setelah itu pun masih ada masa pemeliharaan,” ujar Suarta, Kamis siang (12/11).

“Kita juga masih ada proses pengerjaan jalan hingga saat ini, ada paket Sakti – Klumpu, kemudian dari Barat Ring Semeton Inn hingga Toya Pakeh sepanjang 3,8 kilometer itu menggunakan dana APBN. Jadi kami minta peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi karena ini juga untuk kepentingan bersama,” tambah Suarta.

Harus diakui, proyek cold mix memang proyek perdana dan dinilai wajar masih ada kekurangan. Masyarakat diajak berperan aktif untuk melakukan pengawasan sekaligus pemeliharaan.

Cold mix itu barang baru maka sudah barang tentu masih perlu perbaikan di sana sini. Namun demikian saya sangat mengapresiasi komitmen Pemkab Klungkung dalam membenahi infrastruktur di Nusa Penida. Masyarakat juga jangan langsung menjustifikasi. Asalkan masyarakat bisa menunjukkan dimana jalan yang tidak sesuai spek mereka siap memperbaikinya,”  jelas Jana.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta