Program Pengabdian Masyarakat Dorong Pemanfaatan Teknologi Gerakkan Unit Usaha

DENPASAR, NUSA PENIDA POST

Pengabdian masyarakat menjadi kewajiban bagi setiap dosen selain mengajar dan melakukan penelitian. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pun memberi kesempatan dengan menyediakan dana hibah. Menurut Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat dari STIKOM Bali, Nyoman Ayu Nila Dewi, tahun ini ada unit mitra usaha di Denpasar mendapat bantuan berupa alat produksi penggiling kedelai milik Mirasih dan mesin penggerak penggiling kepada Sri Purwaningsih.

Pendampingan oleh Tim Pengabdian Mayarakat STIKOM Bali terhadap unit usaha mitra

Kedua mitra unit usaha mulai beroperasi awal 2017 lalu dan mendapat pendampingan dari tim pelaksana yakni Naser Jawas dan I Gusti Ngurah Satria Wijaya. Kegiatan yang berlangsung sejak Mei  hingga September ini tidak hanya memberi bantuan semata, tim juga memberi pelatihan, pengemasan produk hingga pembukuan.

“Kita bantu dua unit usaha dengan sejumlah peralatan produksi. Tim juga memberi pelatihan baik itu pengemasan dan pembukuan. Kegiatan ini berlangsung dari Mei sampai September. Kami berharapa dengan bantuan ini, unit usaha memiliki daya saing dan bisa memangkas biaya produksi,” ujar Nila yang dikonfrimasi Minggu kemarin (10/9)

Unit usaha milik Mirasih dan Sri Purwaningsih memproduksi olahan kedelai berupa tahu, tempe, susu kedelai dan tahu goreng. Tim pun mengakui selama pendampingan, kedua pengusaha sangat antusias.

“Kedua pengusaha sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan yang dijadwalkan,” tegas Naser selaku tim pelaksana pengabdian masyarakat.

“Kegiatan yang dilakukan di 2 lokasi tproduksi usaha mitra dengan respon yang sangat positif dari para peserta pelatihan. Pelatihan selanjutnya menggunakan photoshop untuk mengajarkan mitra membuat label produk,” imbuhnya.

Sementara pemilik unit usaha, Mirasih mengatakan kemasan produknya lebih menarik dengan label baru. Bantuan alat produksinya juga beroperasi meski listrik padam. Pihaknya pun bisa memangkas biaya produksi dan meningkatkan daya saing dengan produk dan kemasan baru. Meski dinilai cukup berhasil, tim pelaksana tetap melakukan evaluasi dan pendampingan mitra usaha untuk mengetahui perkembangan produksi.