PNPM Mandiri Gerakkan Kreativitas Peduli Budaya

BATUMADEG, NUSA PENIDA POST

PNPM Mandiri adalah salah satu program yang dirancang pemerintah untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan. Program ini mendorong masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam berbagai dimensi pembangunan baik lokal maupun nasional. Masyarakat tidak hanya sebagai objek tetapi juga subjek pembangunan, masyarakat adalah pelaku, pemanfaat sekaligus pengawas pada setiap pembangunan baik berupa fisik maupun non-fisik.

Secara khusus, pelaksanaan PNPM Mandiri Kecamatan Nusa Penida tidak hanya melakukan pemberdayaan semata tetapi juga meluncurkan program pelestarian budaya dengan menggandeng generasi muda. Pelestarian budaya dilakukan dengan melaksanakan pelatihan seni tari dan tabuh di Desa Batumadeg. Program ini sangat efektif mengarahkan potensi generasi dengan mendorong kreativitas anak muda untuk berkesenian. Aktivitas budaya juga diyakini mampu menghindarkan remaja dari prilaku negatif disamping juga berfungsi sebagai bentuk konservasi budaya.

Generasi muda menjadi estafet pelestarian budaya dalam mewujudkan ajeg Bali

Generasi muda menjadi estafet pelestarian budaya dalam mewujudkan ajeg Bali

Pergelaran seni tari dan tabuh berlangsung di balai desa setempat, Senin 21 Oktober 2013 lalu yang dihadiri oleh ratusan masyarakat. Proses pemusatan latihan dilakukan dengan intensitas lebih dari 15 kali pertemuan. Kegiatan pelestarian budaya ini setidaknya melibatkan tiga kelompok sekaa truna-truni (STT) di wilayah Desa Batumadeg antara lain, STT Banjar Penutuk, STT Banjar Batumadeg dan STT Wejaning Temeling. Persiapan yang cukup ternyata tidak mengurangi performa kelompok STT dalam menunjukkan aksinya seperti yang diungkapkan tim pelaksana kecamatan (TPK), I Nyoman Laba Ariwiguna (27). “Program PNPM Mandiri di Desa kami bukan hanya pendidikan tari dan tabuh, tetapi juga berupa pembuatan jalan menuju Mata Air Temeling,” ujar Laba.

Laba pun berujar bahwa dengan adanya program ini, program pelatihan yang didapat sekarang bisa dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mencari bibit serta melestarikan kebudayaan sesuai dengan konsep dengan ajeg Bali yang didengungkan. Hal senada juga diungkapkan oleh Perbekel Batumadeg, I Made Mustika (40) yang sangat antusias menyambut pelaksanaan program ini. “Tradisi yang sudah ada perlu dilestarikan dengan pembibitan generasi muda. Kami yang tua-tua ini sudah tidak mampu berbuat banyak sehingga perlu diestafetkan ke anak muda melalaui sekaa teruna-teruni. Hal yang lebih penting adalah pelibatan masyarakat setempat dalam pelestarian,” tuturnya.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi