PKM Undiksha Gelar Sosialisasi HIV Aids dan Narkoba Lewat Seni Bondres

SAKTI, NUSA PENIDA POST

Generasi muda Indonesia kini tengah dalam ancaman besar dengan semakin masifnya peredaran narkoba. Tidak hanya beredar di wilayah kota dan kalangan tertentu, jaringan narkoba semakin berani dengan menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa. Data yang dirilis Badan Narkotika Nasional menunjukkan angka yang sangat mencengangkan, lebih dari 5.000.000 orang terindikasi menjadi pecandu narkotika. Mirisnya lagi, sebanyak 680.000 penderita HIV Aids yang tersebar di 34 provinsi turut mengintai masa depan penerus bangsa.

PKM Undiksha gelar sosialisasi narkoba dan Hiv Aids lewat seni bondres

PKM Undiksha gelar sosialisasi narkoba dan Hiv Aids lewat seni bondres

Kondisi ini jelas bisa menjadi ancaman serius bahkan hingga kepala negara sempat menyebut Indonesia darurat narkoba. Peningkatan jumlah pecandu narkoba dan penyebaran Hiv Aids biasanya sejalan dengan perkembangan pariwisata. Meski masih dalam skala kecil, Nusa Penida yang kini kembang menjadi destinasi wisata dipastikan tidak luput dari pengaruh jaringan narkoba hingga penyebaran penyakit berbahaya.

Kelompok mahasiswa Undiksha Singaraja yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa mencoba mengambil peran dengan mengemas sosialisasi lewat media seni Bondres. Kegiatan yang berlangsung Sabtu, (7/5) dihadiri langsung Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Gede Arianta dan dipusatkan di Wantilan Banjar Senangka, Desa Sakti.

Ketua Pelaksana kegiatan, Andika Pradnyana mengatakan lewat seni, pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Integrasi sosialisasi melalui seni bondres akan berjalan beriringan dengan konsep pelestarian budaya. Seni Bondres sendiri merupakan perpaduan seni tari, tembang dan juga tabuh (red; musik). Andika juga menyebut Nusa Penida yang kini berkembang pesat menjadi kawasan wisata sangat rentan dengan penyebaran narkoba termasuk HIV Aids.

“Semoga dengan adanya acara ini kita bisa memilah dan mewaspadai HIV/AIDS dan Narkoba, apalagi Nusa Penida sedang gencar-gencarnya membangun pariwisata, tentunya dampak negatif seperti HIV/Aids dan narkoba pasti akan masuk dengan mudahya. Maka dari itu kita sebagai generasi muda harus dapat memilah hal hal yang bersifat positif serta menjaga kereligiusan Nusa Penida,” papar andika dalam sambutan tertulisnya.

Sementara Kapolsek Nusa Penida dalam sambutannya meminta dukungan dari segenap komponen masyarakat untuk memerangi narkoba. Ia bahkan menegaskan masyarakat adat dengan kekuatan adatnya bisa membuat aturan mengenai pengalahgunaan narkoba berikut sanksinya.

“Saya sangat mengapresiasi kepada TIM PKM dari Undiksha ini yang telah melaksanakan kegiatan yang sangat-sangat membantu kami dari pihak kepolisian untuk membrantas narkoba di Nusa Penida. Kami juga mekankan kepada Bendesa Adat untuk memasukkan aturan mengenai narkoba dengan sanksi yang disepkati oleh masyarakatnya,” pinta Arianta.

Reporter: I Komang Budiarta

Editor: I Gede Sumadi