Piodalan Pura Dalem Ped, Pemudik dan Pemedek Membludak

koran29

Untuk Download Nusa Penida Post Vol 30 Klik gambar di atas!

PED, NUSA PENIDA POST
Menjelang Buda Cemeng Klawu, ratusan pemudik mulai memadati dermaga penyeberangan dengan tujuan Nusa Gede, Lembongan dan Ceningan. Mereka pun berlomba dengan para pemedek yang akan sembahyang ke Pura Dalem Ped. Hampir semua layanan angkutan penyeberangan mendapat lonjakan kuantitas penumpang.

Dari hasil pantauan, ada tambahan kesibukan di beberapa pelabuhan yang melayani penyeberangan ke Nusa Penida, baik dengan fast boat, sampan dan Kapal Ro-ro. Pantai Sanur yang menjadi akses tercepat untuk penyeberangan dijejali oleh penumpang yang memilih menggunakan speed boat dengan waktu tempuh yang relatif lebih singkat. Sejak Minggu, 21/7, jumlah penumpang yang akan menyeberang mengalami peningkatan cukup signifikan, ternyata hal ini terkait Hari Raya Bude Cemeng Klawu dimana hampir semua paibon/merajan melaksanakan piodalan. Perayaan ini juga bertepatan dengan piodalan di Pura Kayangan Jagat Dalem Ped.

Pemudik dan pemedek menyerbu loket-loket penjualan tiket lebih awal. Penumpang yang menggunakan jasa Kapal Ro-ro juga tak kalah hebohnya, mereka rela berangkat jam 05.00 dari Denpasar demi mendapatkan tiket padahal loket buka sekitar pukul 09.00. “Hat pributan kole brangkat pang maan tiket te, akhirne calo masih(red; Saya berangkat pagi-pagi buta biar dapat tiket tetapi akhirnya kena calo juga), cerita Ni Komang Sudiasih (24) salah satu penumpang dari Banjar Jurang Batu, Desa Suana (21/7). Sementara  penumpang sampan pun harus naik ke atap demi bisa mudik.

pemudik1

Kepadatan penumpang di sejumlah pelabuhan penyeberangan untuk mudik dan merayakan Buda Cemeng

“Untuk pemudik lokal, puncaknya terjadi pada H-1, sementara untuk pemedek domestik membludak pada H+2 karena biasanya mereka sudah libur dan langsung makemit” tutur I Putu Darmaya yang juga owner Caspla Bali Speed boat. Ketika ditanya mengenai prosentase peningkatan penumpang, ia mengungkapkan bahwa kenaikan hampir menyentuh angka 600% dari hari biasanya. Pada hari biasanya, rata-rata mengangkut penumpang sebanyak 60 orang sedangkan pada momen piodalan hampir 400 orang.  “Tiang sengaja memilih Sabtu dan Minggu biar bisa ngaturang pakemit sekalian nangkil ke Pura yang lain” tutur Ni Putu Sri Wijayanti (42), pemedek dari Br. Ketapian, Denpasar (28/7).

pura Ped

Pemedek memadati Pura Dalem Ped pada piodalan yang jatuh pada, Rabu, 24 Juli 2013

Menurut panitia, piodalan ini juga dirangkai dengan upacara makelem dengan sarana kebo. “Ida betara katurang nyejer selama 5 hari dan di-sineb pada Senin, 29 Juli 2013. Disamping itu kita juga ada upacara makelem. Banyak sekali umat yang ingin menghaturkan ilen-ilen tetapi harus ditolak karena jumlahnya banyak sementara waktu terbatas” ungkap I Wayan Sarda (60) selaku Sekretaris I. Sarda memperkirakan bahwa jumlah pemedek lebih ramai enam bulan lalu, ini terjadi karena sehari-hari, umat dari Bali daratan sudah nangkil jadi tidak pada piodalan untuk menghindari kemacetan. Selain itu gelombang besar juga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu pengelola penginapan, Ni Komang Suartini (44) yang konfirmasi, Senin 29/7. Menurutnya, tingkat hunian penginapan memang penuh tetapi jumlah pemedek tidak sebanyak tahun lalu. “Tingkat hunian memang penuh tetapi tidak seperti tahun lalu, mungkin karena bertepatan dengan momen tahun ajaran baru, kenaikan harga BBM, dan cuaca yang kurang bersahabat” imbuhnya. Komang juga menandaskan, lancarnya transportasi laut membuat pemedek langsung balik seusai persembahyangan.

Reporter:  I Gede Sumadi & I Komang Budiarta