Perangi Sampah Plastik, Yayasan Nusa Penida Rintis Bank Sampah

NPP31

Untuk download Nusa Penida Post Vol 31 klik gambar di atas!!!

Ped, Nusa Penida Post
Kini sampah menjadi masalah dimana-mana. Tidak hanya di kota-kota besar, permasalahan sampah sudah mulai merambah ke pelosok desa. Terlebih sampah plastik yang susah diurai oleh mikroorganisme. Proses penguraian plastik memerlukan waktu sampai ratusan tahun. Problema plastik seolah-olah menjadi bom waktu yang siap mengancam dunia. Plastik menjadi berbahaya ketika berada dalam kuantitas besar dan tak terkendali yang mencemari air, tanah dan udara.

Penguraian sampah plastik dengan cara dibakar dipastikan menimbulkan polusi udara. Sejumlah zat-zat penyusun, seperti resin yang apabila terhirup akan menyebabkan penyakit kanker paru-paru. Demikian juga, sampah plastik yang dibuang ke perairan baik sungai, danau, rawa maupun laut akan mengancam kelangsungan biota di dalamnya. Sampah plastik yang ada di perairan akan mengurangi kadar oksigen terlarut sehingga ikan dan mahluk air lainnya “sesak” nafas, lemas dan mati. Selain membunuh sejumlah biota, sampah plastik yang mengambang sering terlilit baling-baling mesin yang memicu kerusakan mesin dan menyebabkan kecelakaan laut. Sampah plastik yang tertanam pun tak kalah bahayanya karena mengurangi porositas tanah, kandungan oksigen dalam tanah melemah dan hilangnya kesuburan yang dalam jangka panjang mengancam kelangsungan hidup mahluk hidup secara keseluruhan.

sampah1

Sekaa Truna – Truni Nusa Penida membangkitkan kesadaran untuk turut serta menjaga kebersihan pantai

Nusa Penida pun tidak luput dari masalah sampah khususnya sampah plastik. Pulau dengan luas 202 Km juga terancam pencemaran sampah plastik. Konsumsi makanan yang  berkemasan plastik ditengarai menjadi penyumbang terbesar. Sebagian besar sampah sintetis tersebut berasal dari kemasan makananan, kantong plastik, dan kemasan botol mineral. Kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya menyebabkan sampah berserakan sembarangan.

Jalan, pantai, saluran air bahkan tegalan pun tak luput menjadi tempat pembuangan sampah, alhasil pemandangan cenderung kumuh dan mengancam kelestarian lingkungan. Sampah plastik ini pula menyebabkan keindahan Nusa Penida tertutupi dan sangat disayangkan wisatawan enggan berkunjung apabila masalah ini tidak cepat ditanggulangi. Penanggulangan sampah plastik bisa dilakukan dengan recycle atau mendaur ulang. Plastik yang tadinya berupa sampah tidak berguna bisa mendatangkan pendapatan tambahan bagi jika dikumpulkan dan didaur ulang.

nuduk luhu

STT se-Nusa Penida bahu membahu membersihkan sampah
di Pantai Pura Dalem Ped

Langkah sederhana yang dilakukan untuk mengendalikan sampah adalah dengan mengumpulkan sampah plastik terlebih dahulu dalam suatu tempat yang biasanya disebut bank sampah, dipilih dan dipilah berdasarkan jenis dan ukuran kemudian dibersihkan. Plastik selanjutnya dikemas dengan sistem pressing untuk mengurangi ukuran dan dikirim ke tempat pengepul yang berada di Tabanan. Setiap satu kilogram sampah plastik dihargai Rp 600, apabila sampah plastik yang terkumpul sebanyak 5 ton, diperoleh hasil sebesar Rp 3.000.000 dengan nilai yang tidak sedikit.

Ketika berkunjung dalam rangkaian simakrama dan kunjungan kerja, Gubernur Bali melihat banyak sampah plastik berserakan yang tersebar di sepanjang garis Pantai Toya pakeh sampai Pura Dalem Ped. Beranjak dari permasalahan tersebut, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menantang warga Nusa Penida dalam hal ini Yayasan Nusa Penida untuk membersihkan sampah plastik dari rute yang tadi dipaparkan. “Sanggup gak membersihkan itu pantai?” tanya Mangku Pastika. Mendapat tantangan tersebut, Pembina Yayasan Nusa Penida, I Nyoman Sudipa menyanggupi dan siap melibatkan kaum muda untuk membersihkan pantai. Gubernur yang akan dilantik akhir Agustus ini kembali menegaskan bahwa kita perlu membangun kesadaran akan kebersihan lingkungan. Pada kesempatan yang sama, Made Mangku Pastika secara tunai memberikan dana stimulant (red; perangsang) sebesar Rp 10.000.000 untuk membersihkan pantai dari tumpukan plastik.

tumpukan sampah

Tumpukan sampah plastik yang telah dikumpulkan

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Yayasan Nusa Penida mengajak sekaha teruna di Kecamatan Nusa Penida dalam hal ini Forum Krama Muda Nusa Penida (FKMNP) dan Seluruh STT untuk mengadakan kegiatan beach clean-up. Menurut pihak panitia, kegiatan dilangsungkan pada Jumat, 9 Agustus 2013 pukul 08.00 Wita, dimana peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan tanggung jawab area sepanjang 500 meter. “Kegiatan beach clean-up dipusatkan sepanjang Pantai Toya Pakeh sampai Pura Dalem Ped. Untuk optimalisasi kegiatan, peserta akan dibagi menjadi empat kelompok dengan dibekali kantong plastik” papar I Gede Sumadi selaku Wakil Ketua Yayasan Nusa Penida. Sampah yang terkumpul dimasukkan dalam karung selanjutnya dirintis bank sampah. Yayasan Nusa Penida menjadi inisiator untuk memerangi sampah plastik selain menambah pendapatan masyarakat secara ekonomi. Penyelenggara pun mengundang warga secara terbuka untuk ikut serta dalam acara pelestarian lingkungan ini.

Reporter : Komang Budiarta