Penyediaan Sarana Upakara Jadi Celah Bisnis

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Kepulauan Nusa Penida tidak hanya menjadi tujuan wisata liburan semata. Kuatnya vibrasi spiritual dan keberadaan sejumlah pura besar seolah menciptakan daya magnet tersendiri sebagai destinasi wisata spiritual. Tidak hanya pada hari besar keagamaan, hampir setiap hari ada umat yang sengaja berkunjung untuk melakukan persembahyangan atau Tirta Yatra. Pada hari raya tertentu, ribuan pemedek bahkan membludak di beberapa tempat suci seperti Pura Ped, Goa Giri Putri, Batu Medahu, Tunjuk Pusuh, serta Pura Puncak Mundi. Agar lebih praktis dalam perjalanan, selaian membawa upakara sendiri, umat juga biasanya membeli berbagai perlengkapan sarana sembahnyang setelah tiba di pulau.

Toko Nusa Yadnya yang khusus menyediakan sarana upakara

Toko Nusa Yadnya yang khusus menyediakan sarana upakara

Tidak banyak yang bisa melihat ini adalah celah usaha yang cukup menjanjikan dari sisi bisnis dengan penyediaan sarana upakara. Banten, dupa serta perlengkapan lain tidak bisa dipisahkan dalam setiap upacara keagamaan. Membaca peluang yang ada, I Gede Agus Wahyudi, warga Dusun Batumulapan langsung membuka toko sederhana yang khusus menyediakan sarana upakara. Terhitung sejak 6 bulan usaha ini dilakoni, Agus mengaku bisnis ini bisa memberi pendapat lebih bagi keluarganya. Ia tidak menampik urusan keuntungan namun ada kepuasan tersendiri ketika bisa membantu umat yang memerlukan sarana untuk sembahnyang.

Astungkara, berjalan baik, emang diakui selama ini belum ada yang menjual khusus perlengkapan banten. Toh juga Nusa Penida sering dikunjungi umat menjalankan wisata spiritual, setidaknya saya mengambil peluang tersebut,” tutur Agus yang ditemui di Toko Nusa Yadnya miliknya, (24/3) lalu.

Toko Nusa Yadnya berada di jalur lintas timur. I Gede Agus Wahyudi yang juga Bendesa Desa Pekraman Batumulapan ini membuka usahanya tepat di depan pompa bensin di Batumulapan. Kawasana ini sangat strategis dan menjadi sentra pengembangan ekonomi baru setelah kawasan Pasar Mentigi. Di kawasan ini sudah berdiri sejumlah art shop, toko, gerai, bengkel hingga pasar swalayan.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi