Pengumuman Kelulusan Disambut Isak Tangis

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Pengumuman kelulusan untuk tingkat SMP dilakukan Sabtu, 14 Juni 2014 di sekolah masing-masing. Tak jauh beda dengan pengumuman tahun lalu, siswa yang mengetahui dirinya lulusan langsung meluapkan kegembiraan. Namun berbeda dengan sejumlah siswa yang tidak lulus, mereka menjerit histeris tak tertahankan. Para guru pun dibuat panik dan berusaha menenangkan siswa bersangkutan.

Secara umum, tingkat kelulusan siswa SMP di Kecamatan Nusa Penida mengalami penurunan yang cukup tajam, terutama di SMP Negeri 1 Nusa Penida. Dari 159 siswa yang tercatat mengikuti ujian nasional, sebanyak 5 orang siswa dinyatakan tidak lulus. Jumlah tersebut terdiri dari 2 siswa perempuan dan 3 siswa laki-laki.

Suasana pengumuman kelulusan di SMP N 1 Nusa Penida

Suasana pengumuman kelulusan di SMP N 1 Nusa Penida

Kepala SMP N 1 Nusa Penida, I Putu Indrajaya yang ditemui disela-sela pengumuman menyatakan sebagian siswa yang tidak lulus terbentuk pada mata pelajaran matematika dan IPA. Rata-rata nilai UN untuk Bahasa Indonesia 6,37, Bahasa Inggris 4,97, Matematika 3,88 serta IPA 4,79. Nilai tertinggi UN berada pada mata pelajaran Bahasa Inggris 9,60 disusul Bahasa Indonesia 9,40 sementara IPA 8,25 dan Matematika 8,75.

“Hasil ujian kali ini memang diluar ekspektasi kami, untuk berikutnya kita berusaha mempersiapkan lebih dini menjelang UN. Sebab kita khawatir citra pendidikan di Klungkung dmenjadi jebol karena banyaknya siswa Nusa Penida terutama SMP I Nusa Penida yang tidak lulus,” jelas Indrajaya.

Suasana pilu menghiasi pengumuman kelulusan, para siswa tidak lulus langsung menangis sambil memeluk temannya. Akibatnya, guru terpaksa mengiring siswa yang menangis histeris masuk ke dalam ruangan untuk ditenangkan. Siswa yang tidak lulus mengaku tak percaya dengan hasil pengumuman yang menyatakan diri mereka tidak lulus.

Sejumlah guru yang memantau siswanya yang tidak lulus juga tak kuasa menahan tangis. Menurutnya, siswa yang tidak lulus tersebut bukan murni karena malas dan bodoh. Kesalahan teknis pada lembar jawaban  komputer (LJK) dinilai menjadi salah satu penyebab. Sambil terisak, guru tersebut berusaha memberi suntikan motivasi agar tidak berkecil hati dengan hasil ujian tersebut.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi