Warning: Use of undefined constant ‘DISALLOW_FILE_EDIT’ - assumed '‘DISALLOW_FILE_EDIT’' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/npm2017/public_html/wp-config.php on line 36
Nusa Penida Media | Pelaksanaan Upacara Tumpek Kandang di Nusa Penida Bersamaan Saat Kuningan
 

Pelaksanaan Upacara Tumpek Kandang di Nusa Penida Bersamaan Saat Kuningan

Nusa Penida, Nusa Penida Post

Hari Raya Kuningan atau sering disebut Tumpek Kuningan jatuh pada hari Sabtu, Kliwon, Wuku Kuningan. Umat Hindu sembahyang bersama di pura-pura memohon keselamatan dan tuntunan kepada Tuhan Hyang Maha Esa. Pada hari Kuningan diyakini para Dewa turun ke bumi hanya sampai tengah hari saja, sehingga upacara dan persembahyangan juga  sampai tengah hari saja.

Pada umumnya masyarakat Hindu di Bali mayanin (upacara selamatan) ternak Sapi, Babi, Ayam, kucing dan binatang peliharaan lainnya pada hari raya tumpek kandang. Di Nusa penida berbeda dengan di Bali pada umumnya, mayanin binatang pas tumpek kandang. Tapi Justru di Nusa Penida mayanin binatang ketika hari raya kuningan. Ini dilaksanakan sebagian masyarakat Nusa Penida dan sudah menjadikan tradisi setiap hari raya Kuningan.

"Mayanin ( selamatan Binatang ) Pada Saat Hari Raya Kuningan di Nusa Penida"

“Mayanin ( selamatan Binatang ) Pada Saat Hari Raya Kuningan di Nusa Penida”

“Sebenarnya Mayanin binatang peliharaan pada Tumpek Kandang, tetapi karena sudah terbiasa pada Tumpek Kuningan jadinya sebagian masyarakat melaksanakannya pada Tumpek Kuningan,” tutur I Wayan Sadra (43 th) 2/11/2013 selaku Kelian Dusun Subia disela-sela rapat rutin Warga Dusun Subia setiap Tumpek Kuningan.

Wayan Sadra atau sering disapa Pak Widi menambahkan, dulu pernah tradisi ini mau dirubah agar mayanin binatang pada saat tumpek kandang, bahkan telah disosialisasikan, tetapi entah mengapa bertepatan pada hari Tumpek Kandang masyarakat tidak semuanya mayanin binatang peliharaannya. Warga sebagian besar masih tetap mayanin binatang peliharaanya pada hari Tumpek Kuningan.Ternyata hal ini  Tidak hanya di Banjar Subia saja, Banjar tetanggapun seperti Banjar Tiagan, Banjar Pengalusan, Banjar Tenakse dan Banjar lainnya sebagian besar warganya mayanin binatang peliharaannya pada Tumpek Kuningan.

“warga tare rungu dadine pas tumpek kandang sagetan tumpek kandang sube lewat mungkin sing ade ane spesial, dadine warga ingetne jak Tumpek Kuningan dwang Mayanin Ubuan-ubuane”, (red : masyarakat tidak ingat selamatan binatang peliharaan pada Tumpek Kandang, tahu-tahu Tumpek Kandang sudah Lewat, mungkin karena tidak ada waktu special, menyebabkan warga mayanin binatang peliharaannya pada hari raya Kuningan), kata  Wayan Sadra menutup percakapan.

Salah satu warga Ni Wayan Suari (37 th) 2/11 juga menceritakann “nak mule hento uling pidan te, taen nagih ubahe tapi ebe maluan engsap jak Tumpek Kandang, kadenang Tumpek Kuningan babar apang sekalian ebe repote.” (red : memang seperti itu dari dulu, pernah mau diubah tapi lupa pas pada Tumpek Kandang tahu-tahu sudah lewat, lebih baik Tumpek Kuningan biar sekalian kita sibuknya).

 

Reporter   : I Komang Oka Sanjaya

Editor     : I Wayan Sukadana