Paus Kepala Melon Terdampar di Pantai Sampalan

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Dalam dua hari belakangan, masyarakat Klungkung digemparkan dengan berita terdamparnya paus raksasa jenis kepala botak atau jenis Physeter macrocephalus dengan bobot hampir 50 ton.  Ratusan warga berkunjung ke lokasi ikan terdampar dan mengunggah sejumlah foto. Tidak hanya di Klungkung daratan, dalam waktu yang hampir bersamaan, seekor paus jenis Peponocephala electra, melon-headed whale  juga ditemukan mati terdampar di kawasana Pelabuhan Sampalan, Senin pagi (14/3). Diperkirakan, ikan paus sudah terdampar malam harinya. Berdasarkan data GPS, posisi terdamparnya berada pada titik -8.672234° / 115.558011°, Sampalan, Nusa Penida.

Tim UPT. KKP, CTC dan masyarakat melakukan evakuasi penemuan paus terdampar

Tim UPT. KKP, CTC dan masyarakat melakukan evakuasi penemuan paus terdampar

Tim UPT. KKP, CTC dan masyarakat melakukan evakuasi

Setelah pengambilan data, bangkai paus dikubur

“Pastinya tidak ada yang tahu. Tapi pagi saat mulai ada aktivitas di pantai dan penumpang di pelabuhan. Diperkirakan jam 7 sampai 8 pagi dilihat warga, tapi kemungkinan sudah terdampar malam harinya,” ujar Site Manager CTC, Dewa Wira Sanjaya yang dikonfirmasi Senin malam, (14/3).

Mengetahui penemuan paus yang terdampar, pihak UPT. KKP Nusa Penida, CTC, masyarakat dan sejumlah volunteer langsung melakukan evakuasi bangkai ikan ke daratan. Sebelum dikubur, tim penanganan melakukan pengambilan sejumlah data morfologi. Berdasarkan hasil pengukuran, panjang ikan mencapai 233 cm dengan diameter 128 cm. Pada tubuh ikan dengan berat hampir 90 kilogram ini juga ditemukan beberapa bekas luka goresan. Pengambilam sampel kulit dan gigi juga dilakukan tim untuk selanjtunya dikirim ke BPSPL Denpasar.

Ketika dikonfirmasi dugaan penyebab kematian ikan paus dan kaitannya dengan terdamparnya paus di kawasan Pantai Batu Tumpeng Klungkung, Wira Sanjaya belum bisa memastikan mengingat harus ada penelitian lebih lanjut.

“Saya belum liat yang di Klungkung. Yang di Penida tadi pagi juga belum diketahui penyebab kematiannya karena tidak ada lukanya,” terang Wira.

Sejumlah spekulasi kematian ikan paus di dua lokasi ini mulai beredar. Ada yang berpendapat, ikan yang terdampar diduga terpisah dari kelompok besarnya pada proses migrasi atau mencari makan. Opini lain juga menyebutkan, perubahan suhu air laut yang cukup ektrim membuat ikan menjadi lemah dan terdampar ditambah kerasnya arus laut di sekitaran Selat Badung.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta