Patroli KKP, Nelayan Luar Diamankan

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Perairan Nusa Penida yang masuk kawasan konservasi memiliki keragaman biota laut. Keindahan karang dan satwa unik yang ada membuat perairan ini menjadi destinasi wisata diving dan snorkeling, tak kurang dari 200.000 pengunjung datang setiap tahunnya. Namun, kekayaan bahari tersebut tidak hanya menarik wisatawan, sejumlah nelayan luar daerah pun kepergok melakukan penangkapan ikan secara ilegal dengan bahan peledak.

Tim patroli KKP Nusa Penida yang melakukan penyisiran pada Senin, 26 Mei 2014 berhasil mengamankan Kapal Nelayan Jaya Maringgik 05. Kapal nelayan asal Desa Maringgik, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dengan kapten Saparadi serta 4 ABK (Sahir, Saiful ,Suhardi, Adi) diamankan di zona manta point. Tidak hanya memancing di zona terlarang yang masuk kawasan pariwisata, nelayan ini juga menangkap ikan hiu.

Tim patroli KKP berhasil mengamankan kapal nelayan di zona terlarang

Tim patroli KKP berhasil mengamankan kapal nelayan di zona terlarang

Rombongan patroli dipimpin langsung Ketua KKP Nusa Penida, I Nyoman Sangging, unsur TNI-AL yaitu I Nengah Suistra, Kasat Pol Air I Putu Ardana, LSM Coral Triangle Center I Wayan Suarbawa serta dari mahasiswa Universitas Udayana. Kapal nelayan disergap karena kecurigaan petugas terhadap aktifitas kapal yang dinilai janggal.

“Tim kami curiga dengan aktivitas kapal yang tengah melabuhkan jaring di kawasan zona manta point I. Begitu melihat kedatangan boat patroli, mereka tidak bisa berkutik sehingga petugas langsung melakukan pengecekan,” ujar Sangging yang juga Kepala UPT Peternakan Perikanan dan Kelautan Kecamatan Nusa Penida.

Sangging menambahkan, nelayan tersebut diberikan bimbingan dan pengarahan lebih lanjut dan jika terbukti melakukan pelanggaran, maka petugas akan bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Diakuinya, armada patroli yang ada saat ini sangat terbatas, terutama patroli malam hari sehingga hanya bisa melakukan patroli siang hari saja. Semua nelayan lokal maupun luar diminta memahami regulasi yang mengatur zona mana yang boleh melakukan aktifitas penangkapan serta zona inti yang tidak diijinkan untuk kegiatan nelayan.

Sementara pengakuan nahkoda kapal, mereka telah sampai di kawasan perairan Nusa penida sehari sebelumnya. “Kami sudah sampai kemarin dan berhasil menangkapan ikan hiu,” tutur kapten kapal, Saparadi (26/5)

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi