Pastikan Pertumbuhan Kembang Kertas, FKMNP Turunkan Tim Monitoring

KLUMPU, NUSA PENIDA POST

Dua bulan yang lalu, tepatnya 25 Desember 2014, Forum Krama Muda Nusa Penida (FKMNP) menginisiasi penanaman bunga kembang kertas di kawasan Pura Puncak Mundi, Desa Klumpu. Sejumlah elemen masyarakat juga berpartisipas, siswa SMA, SMK dan SMP, Sunari Bali, Camp Sada, Dewata Skuter Club, SKPD terkait, Camat bahkan Bupati Klungkung pun turut hadir. Guna memastikan perkembangan bunga kembang kertas, FKMNP menurunkan tim monitoring ke lokasi, Sabtu (28/2). Menurut sumber dari FKMNP, monitoring dilakukan untuk memperoleh data terkini perkembangan bunga kembang kertas yang akan dijadikan bahan evaluasi.

“Kami sudah kirimkan tim monitoring untuk mengecek bibit bunga yang kita tanam. Melaksanakan sebuah program memang mudah tetapi pemeliharaanya itu yang cukup sulit. Monitoring ini penting sebagai evaluasi sehingga ke depan kita bisa lebih optimal,” jelas Ketua FKMNP, I Komang Budiarta, Sabtu kemarin.

Tim FKMNP melakukan monitoring penanaman kembang kertas di kawasan Pura Puncak Mundi, Sabtu, (28/2)

Tim FKMNP melakukan monitoring penanaman kembang kertas di kawasan Pura Puncak Mundi, Sabtu, (28/2)

Laporan awal tim monitoring menyebutkan sekitar 150-an bibit yang berhasil tumbuh dengan baik. Koordinator monitoring, I Kadek Sugiartha atau yang biasa dipanggil Kokot mengungkapkan sejumlah kendala tidak tumbuhnya ratusan stek yang ditanam. Meski begitu, Kokot dan tim akan berkoordinasi dengan organisasi induk dan instansi terkait untuk ditindaklanjuti termasuk opsi penggunaan model stek dan pola tanam yang lebih tepat.

“Setelah kami cek, memang banyak yang mati. Kemungkinan besar karena sebagian bibit yang ditanam peserta kemarin itu dari stek langsung, tanpa ada akar disamping kondisi tanah yang sangat tipis dan cenderung berbatu. Saya sudah laporkan ke Tim Balitbang FKMNP, semua pasti akan dievaluasi untuk perbaikan kedepan,” ujar Kokot yang dihubungi via telepon tadi malam.

Pagi tadi, Tim Nusa Penida Post mencoba mengkonfirmasi kembali laporan tim monitoring langsung ke Ketua FKMNP, I Komang Budiarta. Ia juga menegaskan pihaknya tidak akan patah arang untuk melanjutkan program penanaman bunga kertas meski hasil awalnya tidak begitu memuaskan.

“Laporan sudah masuk ke saya. Kami akan bahas di rapat khusus termasuk bersurat ke instansi yang kita ajak kerjasama, semisal Dinas Kehutanan Klungkung. Kemungkinan kita substitusi bibit yang mati dengan bibit baru yang sudah ada akarnya dengan model poly bag bukan stek langsung seperti kemarin. Yang jelas kita akan tetap perjuangkan,” terang Budiarta.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Made Ludra