Paguyuban Githaning Nusa Dukung Komunikasi Selama Festival

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Antusiasme masyarakat untuk mensukseskan festival begitu besar. Partisipasi aktif juga ditunjukkan PGN (Paguyuban Githaning Nusa) dalam bentuk komunikasi udara selama festival berlangsung. Bisa dibayangkan dengan sebaran acara festival yang hampir mencapai puluhan titik dan leletnya jaringan komunikasi, koordinasi kegiatan dipastikan tidak berjalan optimal. Koordinator Lapangan PGN, I Gede Merta Riawan yang ditemui di posko induk, Selasa (10/6) mengakui tim yang dipimpinnya sudah mulai bekerja sejak Sabtu, 7 Juni 2014.

“Kita sudah memberikan dukungan komunikasi udara sehari sebelumnya festival dimulai dengan jumlah personil yang kita turunkan sebanyak 30 orang. Semua kita sebar sesuai titik kegiatan, sehingga koordinasi semua perangkat panitia cukup terbantu mengingat layanan operator komunikasi blank di beberapa spot,” terang Merta yang akrab dipanggil De Mentari (Z14MTR).

Posko induk Bantuan Komunikasi Githaning Nusa

Posko induk Bantuan Komunikasi Githaning Nusa

 

Repeater PGN berlokasi di Banjar Maos, Desa Kutampi Atas dengan frekuensi udara 14.212 Mhz yang berada di bawah naungan RAPI (Radio Amatir Penduduk Indonesia) Cabang Klungkung (JZ14ZWB). Guna kelancaran komunikasi festival, tim PGN yang diturunkan memasang repeater penguat sinyal di Lapangan Batununggul. Khusus area Lembongan, Ceningan dan Jungut Batu, PGN bekerjasama dengan Sunari Lembongan (14.250 Mhz).

“Jaringan PGN mampu menjangkau area Jembrana bahkan Mataram, Nusa tenggara Barat. Di area festival, kita sengaja memasang repeater dan anggota yang stand by menjadi sumber informasi dimana posko kami berdampingan dengan sekretariat panitia dan media center,” tambah De Mentari.

Dikonfirmasi terpisah, koordinator panitia festival, I Wayan Sukadana (10/6) mengapresiasi peran PGN dalam mendukung Festival Nusa Penida.

“Ini yang kita harapkan dari masyarakat, semua komponen bergerak bersama sesuai dengan kemampuan masing-masing tanpa harus kita minta,” puji Sukadana.

Editor: Gede Sumadi