Operasi Cipta Kondisi, Penduduk Pendatang Diwajibkan Lapor 1 x 24 jam

PED, NUSA PENIDA POST

Geliat pembangunan infrastruktur di wilayah Nusa Penida semakin meningkat pesat. Sektor industri pariwisat pun semakin tumbuh subur dengan menjamurnya berbagai sarana akomodasi wisata. Kondisi ini secara tidak langsung menjadi incaran tenaga kerja luar daerah yang bekerja sebagai buruh. Pembangunan akomodasi wisata ini menjadi penyumbang terbesar masuknya pekerja luar. Membludaknya jumlah penduduk pendatang dikhawatirkan bisa disusupi kelompok tertentu yang bisa saja menjadi ancaman nyata.

Jajaran Polsek dan unsur prajuru desa saat melakukan sidak penduduk pendatang

Jajaran Polsek dan unsur prajuru desa saat melakukan sidak penduduk pendatang

Tidak mau kecolongan yang berakibat fatal bagi sektor wisata yang tergantung dari keamanan, Kepolisian Sektor Nusa Penida menggela operasi cipta kondisi. Operasi dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan semua unsur baik, prajuru desa dinas dan adat serta TNI. Menurut Kapolsek, Kompol I Gede Arianta, langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini meski hasil pantauan kondisi cukup aman dan terkendali.

“Polsek Nusa Penida melaksanakan Operasi Cipta Kondisi secara berkala bersinergi dengan TNI dan prajuru Desa Dinas dan Adat sebagai langkah antisipasi guna cegah dan tangkal masuknya kelompok radikal dan aksi teror ke wilkum Nusa Penida. Ini demi terwujudnya situasi yg kondusif,” jelas Kapolsek saat dikonfirmasi, Sabtu (28/5).

Sejumlah wilayah yang menjadi kantong-kantong pendatang disasar petugas gabungan. Sidak yang berlangsung cepat berhasil mendata setidaknya 91 penduduk pendatang tidak pernah melapor ke dusun setempat. Mereka pun digiring dan diminta mengikuti proses administrasi sebagai pendatang di kantos desa setempat

“Kami himbau bagi penduduk pendatang yang akan bekerja di Nusa Penida baik sebagai pekerja tetap ataupun pekerja musiman agar lengkapi diri dengan KTP atau identitas diri lainnya dan wajib lapor diri 1×24 jam kepada kepala dusun setempat,” pinta Arianta.

Reporter: Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi