Nusa Penida Sepekan: Air Macet Hingga Cuaca Buruk

Nusa Penida, Nusa Penida Post

Dalam sepekan terakhir, ada beragam informasi yang menjadi trending topik dan perbincangan hangat masyarakat, mulai dari macetnya pasokan air PDAM, cuaca buruk hingga amburadulnya layanan penyeberangan. Tidak hanya pelaku pariwisata, masyarakat pun mengeluhkan layanan air bersih yang tidak stabil bahkan di sejumlah titik nyaris tidak ada pasokan selama beberapa hari, khususnya wilayah yang terlayani dengan sumber air dari Penida. Keluhan kurang maksimalnya layanan air pun ramai muncul di media sosial.

Air mati setiap hari. Padahal sudah ada solusi. Tapi belum berani dieksekusi. Ulian ne tiang diperkusi #wisatawan,” tulis akun Vjee Goena- Electricall Plug sebagai bentuk protes layanan air bersih.

Keluhan yang sama juga disampaikan akun Gatox Angkal, “Beginilah keadaan kami. Air terus mati mengambil air tidak bisa pake masak. Masyarakat mohon secepat di tindak lanjuti,” tulisnya.

Dugaan sementara, krisis air dipicu keterbatasan daya listrik dan kapasitas pompa yang tidak lagi mendukung kebutuhan termasuk jaringan pipa yang tidak dirancang untuk pemenuhan kebutuhan besar. Kondisi ini praktis membuat suplai air kembang kempis. Anggota DPRD Klungkung I Made Jana menyebut pihaknya sudah menyepakati perda penyertaan modal sebagai solusi perbaikan pelayanan PDAM.

“Kita sudah menyepakati peraturan daerah tentang penyertaan modal. Disana ada dana 4,8 miliar yang akan dipakai untuk memperbaiki layanan PDAM di Nusa Penida. Senin ini tim teknis PDAM akan turun ke Penida,” jelasnya Senin pagi (23/7).

Cuaca Buruk dan Penutupan Penyeberangan Fast Boat

Cuaca buruk dan gelombang tinggi melanda sejumlah wilayah di tanah air termasuk kawasan perairan Selat Badung yang menjadi rute penyeberangan ke Kepulauan Nusa Penida. Otoritas pelabuhan setempat menyarankan untuk menunda jadwal penyeberangan layanan fast boat  terhitung dari tanggal 19 hingga 20 Juli 2018. Surat yang dikeluarkan Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Padangbai berdasarkan himbauan dari Balai Besar BMKG Wilayah III- Denpasar.

Penundaan keberangkatan kapal cepat menimbulkan penumpang beralih ke Kapal Ro-ro sehingga terjadi penumpukan penumpang

Penundaan hampir seluruh jadwal penyeberangan kapal cepat membuat masyarakat dan wisatawan pengguna layanan kelabakan. Ratusan penumpang pun menyerbu Kapal Ro-ro yang menjadi satu-satunya akses penyeberangan. Kekisruhan sempat terjadi pada keberangkatan Kapal Ro-ro pada Sabtu pagi (21/7), Ratusan penumpang naik kapal dan menyebabkan overload hingga keberangkatan dibatalkan.

“Luar biasa kesalnya saya, kita disuruh naik, lalu turun, naik lagi dan akhirnya dibatalkan. Alasannya juga tidak jelas. Katanya overload kenapa penumpang yang tidak bertiket bisa masuk. Terus disuruh ke loket untuk pengembalian uang sampai disana gak ada siapa, gak ada kejelasan,” ujar penumpang yang tidak mau disebutkan namanya dengan nada kesel.

“Okelah kalau dengan warga lokal kami masih bisa maklum, itu yang wisatawan asing, mereka akan membawa kenangan buruk tentang Nusa Penida ke negaranya dan itu tidak baik buat pariwisata kita, review-nya pasti jeblok,” tambahnya.

Menanggapi amburadulnya layanan penyeberangan dan penundaan keberangkatan kapal cepat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta langsung menggelar rapat koordinasi pada Sabtu (21/7). Suwirta menegaskan kepada jajaran terkait agar meningkatkan koordinasi dan jangan bekerja sendiri atau hanya menunggu.

“Sebenarnya ada satu kunci kelemahan kita adalah koordinasi tentang surat tersebut. Ketika berita ini sampai ke kementrian pariwisata, citra buruk kita Nusa Penida. Kuncinya satu saja, bapak tidak melakukan koordinasi dan bekerja sendiri-sendiri. Kita punya tim, tolong sikapi walaupun hari libur,”tegasnya.

Sejak Sabtu pagi, (21/7) kondisi perairan berangsur membaik dan penyeberangan kembali dibuka meski masih buka tutup dan menyesuaikan dengan kondisi cuaca.

Reporter: IGS

Editor: NPM