Nusa Penida Festival Dimeriahkan 1.000 Penari Jangkang

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Masyarakat Nusa Penida kembali bersiap menyambut pelaksanaan Nusa Penida Festival ke-3 tahun 2016. Sejak digulirkan oleh Pemkab Klungkung melalui Dinas kebudayaan dan Pariwisata pada 2014 lalu, festival ini terbukti berhasil menarik ribuan kunjungan wisatawan setiap tahunnya bahkan kepulauan Nusa Penida kini berkembang pesat menjadi destinas wisata baru. Panitia festival I Nyoman Widana yang dikonfirmasi menyebutkan akan ada 1.000 penari Jangkang untuk memeriahkan pembukaan festival. Tari Jangkang yang berasal dari Banjar Pelilit, Desa Pejukutan merupakan tari klasik dan sakral yang memiliki keistimewaan tersendiri.

Jadwal Nusa Penida Festival 2016

Jadwal Nusa Penida Festival 2016

“Akan ada 1.000 penari Jangkang yang turut memeriahkan pembukaan festival. Lokasinya di Banjar Nyuh, Ped dengan latar Pulau Lembongan dan Bali daratan,” paparnya (25/9).

Berdasarkan jadwal yang dirilis pihak panitia, kegiatan berlangsung selama tiga hari terhitung dari 7 hingga 9 Oktober 2016 mendatang. Kementrian pariwisata pun dijadwalkan hadir membuka kegiatan. Festival menjadi ajang mempromosikan khasanah budaya dan keindahan alam termasuk pesona bawah laut yang mengagumkan. Pada ajang Anugrah Pesona Indonesia 2016, Kepulauan Nusa Penida menyabet dua penghargaan sekaligus sebagai destinasi favorit II menyelam terpopuler dan favorit II lokasi berselancar.

Festival dengan taglineThe Blue Paradise Islands’ akan menyajikan atraksi dan karnaval budaya dari berbagai desa dan perwakilan yang di seluruh wilayah. Sesi yang paling ditunggu adalah pementasan kolosal tari Baris Jangkang dengan seribu penari di hari pertama. Panitia juga melaksanakan aksi besih pantai dan transplantasi terumbu karang. Pengunjung akan diajak touring ke sejumlah destinasi wisata untuk explore the paradise dan malamnya disuguhkan live music. Lomba perahu layar tradisional kembali digelar termasuk perahu layar mini pada hari ketiga berikut lomba renang. Festival Nusa Penida dipastikan menjadi media untuk menampilkan segala keindahan dan sebagai upaya langsung menjaga budaya dan tradisi agar tetap lestari.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta