Nikmatnya Ledok, Lekatkan Kebersamaan dan Ingatkan Kampung Halaman

DENPASAR, NUSA PENIDA POST

Minimnya lapangan pekerjaan dan lembaga pendidikan tinggi di Nusa Penida membuat hampir 90% kaum muda memilih untuk merantau atau belajar di daerah lain. Data yang diperoleh dari Litbang Nusa Penida Media, terdapat lebih dari 10.000-an orang yang masih berstatus warga setempat belajar ataupun bekerja di Bali daratan. Namun jumlah ini bisa lebih mengingat tidak semua warga terdata secara valid. Komunitas warga di rantauan juga tersebar di beberapa wilayah seperti Denpasar, Gianyar, Klungkung dan Singaraja. Berbagai kegiatan pun digelar dari besar hingga kecil sebagai bentuk jalinan komunikasi dan merekatkan rasa persaudaraan.

Sama halnya dengan STT Yowana Bhakti Banjar Sampalan, sebagian anggotanya berada di luar daerah terutama di Denpasar dan sekitarnya. Sebagain besar anggota yang berada di Denpasar masih berstatus mahasiswa aktif dan sisanya sudah bekerja. Guna memelihara komunikasi antar anggota, kegiatan makan ledok bersama pun dilakukan. Ledok yang menjadi makanan khas Nusa Penida dianggap menjadi simbol dalam mengikat kebersamaan dan menjawab kerinduan akan kampung halaman yang jauh di seberang.

STT Yowana Bhakti yang tinggal di Denpasar mengadakan kegiatan makan 'ledok' bersama

STT Yowana Bhakti yang tinggal di Denpasar mengadakan kegiatan makan ‘ledok’ bersama

Menurut I Dewa Gede Kastawan, hampir setiap bulan kelompoknya mengadakan pertemuan guna mengakrabkan kembali rasa persaudaraan antar anggota sekaa teruna.

“Banyak hal yang kita bahas dalam acara temu kangen. Sebelum acara dimulai, selalu diawali dengan pembuatan makanan khas Nusa Penida ‘ledok’. Rasa rindu kampung halaman sedikit terjawab. Hangat ledok mampu mencairkan suasana,” ucap Dewa Kastawan yang akrab disapa Dewa Dekwan (13/3).

“Setiap temu kangen juga diadakan iuran wajib bagi setiap anggota yang nantinya digunakan untuk berbagai kegiatan baik, di Denpasar maupun di Nusa Penida. Waktu Upacara Ngadegang yang diadakan setiap tahun, kita berpartisipasi lewat pergelaran seni tari dan juga dana punia,“ tambah Dekwan.

Ketua STT Yowana Bhakti, I Dewa Made Dwipayana yang dihubungi terpisah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan anggotanya. “Kontribusinya sangat berarti dan sangat membantu kegiatan di Nusa Penida. Semoga kegiatan ini terus dilakukan dan tetap menjalin komunikasi dengan STT aktif dan warga lainnya,” harap Dwipa.

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi