Ngusaba Madya dan Nyepi Segara, Aktivitas Laut Ditutup 24 Jam

PED, NUSA PENIDA POST

Masyarakat Nusa Penida akan menggelar upacara Ngusaba Madya yang dipusatkan di Pura Kahyangan Jagat Penataran Ped. Upacara ini dilaksanakan bertepatan dengan purnama kapat, wrespati pon Wariga, Kamis besok (5/10). Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak pertengah Agustus lalu, termasuk kemarin digelar upacara melasti dan hari ini ritual mapepade.

Ngusaba Madya dan Nyepi Segara akan dipusatkan di Pura Ped

Sehari setelah upacara ngusaba atau pakelem akan dilaksanakan ritual ‘Nyepi Segara’ selama 24 jam penuh yang dimulai pukul 06.00 dan berakhir pada Sabtu pagi pukul 06.00. Selama 24 jam seluruh aktivitas di kawasan perairan dihentikan untuk sementara waktu tanpa kecuali. Tidak ada aktivitas bongkar muat barang dan penyeberangan dari dan menuju wilayah Kepulauan Nusa Penida. Aktivitas wisata yang memanfaatkan wilayah perairan juga turut terhenti.

Sekretaris panitia upacara Ngusaba Madya, I Wayan Sukla yang dikonfirmasi Rabu siang (4/10) menyebut ada sejumlah tahapan upacara dan persiapan terkait Ngusaba Madya Jagat Nusa. Pihaknya pun berharap seluruh warga mematuhi himbauan yang telah disebar lewat berbagai instansi baik pemerintah maupun adat. Hingga kini persiapan puncak karya hampir rampung.

“Kita sudah bersurat sebelumnya sejak bulan Juni melalui surat edaran. Tujuan digelar upacara ngusaba atau pakelem ini menjaga keseimbangan tri buana dan  ngamed tirta amerta, agar Tuhan memberkati tirta perlu keheningan dalam laut,” papar Wayan.

“Kami berharap pukul 00.00 besok pagi persiapan sudah selesai. Ada tiga kegiatan utama besok berupa yakni tawur yakni  di Sad Kahyangan Utamaning Mandala,  kegiatan kedua memasar di jaba pura, dan yang ketiga pengubengan di madyaning mandala,” imbuhnya.

Berdasarkan sejumlah catatan sejarah, tradisi Nyepi Segara sudah diwariskan secara turun temurun sejak tahun 1600 semasa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong. Ritual ini dianggap sebagai kearifan lokal yang dipercaya memberikan alam kesempatan menjaga keseimbangan. Konsep ini juga diyakini menjadi dasar filosofis dan sosiologis dalam menjaga kelestarian kawasan bahari yang sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan.

Reporter: I Gede Sumadi

Editor: I Komang Budiarta