Nekat Berjudi di Pelabuhan, Bebotoh Bola Adil Ditangkap

BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA POST

Prilaku para penjudi kali ini bisa dibilang nekat atau mungkin kecanduan. Penjudi yang biasanya bermain kucing-kucingan untuk mengelabui petugas justru menggelarnya secara terbuka di pintu keluar Pelabuhan Mentigi, Batununggul Sabtu (8/11), sekitar pukul 11.30. Kontan, aksi ini membuat Tim Buser Polres Klungkung langsung ke TKP dan mengamankan para pelaku. Empat pelaku berhasil diamankan dengan sejumlah barang bukti yang selanjutnya digiring petugas ke Mapolres Klungkung untuk proses lebih lanjut.

Keempat bebotoh ini masing-masing I Kadek Merta alias Boyong (42) dan I Putu Gede Chok Widiana (20) asal Banjar Mentigi, berikutnya I Dewa Gede Bagus Suardika (40) alamat Banjar Sampalan, Desa Batununggul serta I Kadek Agus Irawan (24) dari Banjar Sembir, Dusun Gelagah, Desa Kutampi.

Pelaku judi bola adil digiring ke Polres Klungkung

Pelaku judi bola adil digiring ke Polres Klungkung

Informasi penangkapan pelakujudi bola adil disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Nyoman Wirajaya SH, didampingi Paur Humas Polres Klungkung Ipda Nyoman Sarjana di Mapolres Klungkung, Senin, (10/11). Berbagai barang bukti berhasil disita petugas dari tangan para pelaku berupa satu buah papan mainan judi bola adil, satu lembar perlak warna hijau bergambar, satu kain hitam, dua lembar terpal, empat buah kayu sebagai alas papan, lima buah bola dan uang tunai sebesar Rp 5.700.000.

“Para pelaku melakukan aksi permainan judi bola adil secara terang-terangan di tempat umum yakni di depan Pelabuhan Penyeberangan Nusa Penida, sehingga Tim Buser Polres Klungkung mengambil tindakan untuk penertiban, apalagi lokasi tersebut merupakan tempat hilir mudik warga saat menyeberang,” jelas Wirajaya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan,  para pelaku yang juga tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Klungkung guna penyidikan lebih lanjut. Para pelaku judi bola adil dijerat dengan pasal 303 ayat (1) ke 1 dan ke 2 KUHP, tentang perjudian dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun penjara.

Reporter: SJD & IGS

Editor: Redaksi