Motor Terbakar Tinggal Kerangka

PED, NUSA PENIDA POST

Si jago merah kembali berulah, kali ini sebuah sepeda motor jenis matic habis dilahap dan hanya meninggalkan kerangka. Tragedi kebakaran ini terjadi ketika sebuah motor yang melintas di Jalan Raya Ped tepatnya di sebelah timur Pura Penataran Ped, mengalami macet pada Senin, 21 Oktober 2013. Saksi mata di tempat kejadian menyebutkan bahwa motor tersebut mogok dan diparkirkan di pinggir jalan. Tak lama berselang berselang muncul percikan api dari bagian aki dan langsung menyambar tangki yang memicu ledakan.

“Tadi motornya mogok dan dibawa ke pinggir jalan, tiba-tiba muncul percikan api dari aki motor dan langsung merambat ke tangki. Untungnya pengendara tidak berada di tempat karena sepedanya sudah ditinggalkan,” tutur I Wayan Budha, (35) warga di lokasi kejadian. Budha juga menambahkan sempat terdengar bunyi ledakan keras disertai api membubung tinggi yang diduga dari tangki sepeda motor.

Sebuah sepeda motor jenis matic terbakar hebat di Jalan Raya Ped akibat rusaknya instalasi kelistrikan

Sebuah sepeda motor jenis matic terbakar hebat di Jalan Raya Ped akibat rusaknya instalasi kelistrikan

Dalam waktu singkat, kobaran api menghanguskan seluruh bagian body motor dan menyisakan rongsokan besi. Pantauan di lokasi kejadian tampak motor gosong, tak ada lagi kesan baru dari sepeda motor tersebut, bahkan joknya pun sudah tak ada lagi. Bagian bawah kerangka tampak abu pekat dengan sedikit sisa knalpot. Tak hanya itu, ban dan velg-nya pun sudah tak terlihat lagi. Dari hasil penelusuran di TKP, sepeda motor itu diketahui milik seorang tentara aktif bernama Bernardino Do Casmo Mendes (52) yang bertugas di Nusa Penida. Motor naas tersebut dikendarai oleh anaknya yang hendak berangkat ke sekolah.

Keterangan tersebut juga diperkuat pengakuan pemilik motor Bernardino Do Casmo Mendes yang langsung meninjau tempat kejadian. Mendes mengakui bahwa kondisi instalasi kabel motor tersebut kurang bagus. Ia bahkan sempat melarang anaknya untuk mengendarai motor tersebut. “Itu motor saya baru beli. Saya sudah larang anak saya untuk pakai karena belum saya cek tetapi sekarang sudah menjadi kerangka. Ya, rugi sudah saya sekitar Rp 6.000.000,” keluhnya.

Reporter : Santana Ja Dewa

Editor: I Gede Sumadi