Mone “Srikaya” yang Kaya Manfaat

KORAN NPP 27

Untuk download Nusa Penida Post Vol 27 klik gambar di atas!

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST
Siapa yang tidak kenal dengan buah srikaya? Sebagian besar masyarakat sudah pernah melihat buah srikaya bahkan pernah mencicipinya. Tanaman ini memiliki ciri-ciri berupa buah berbentuk bulat dan memiliki benjolan di bagian kulitnya seperti buah sirsak dengan warna keabu-abuan, daging buahnya putih, dan rasanya manis.

Ia akan mulai aktif berbuah setelah setelah 3-5 tahun penanaman dengan ketinggian mencapai 7 meter. Buah yang bernama latin annona squamosa ini merupakan tanaman perdu yang bisa tumbuh di daerah mana saja seperti tanah berbatu, kering, di pekarangan, dan bahkan dapat tumbuh dengan sumber air yang minim asalkan mendapat sinar matahari. Di Nusa Penida pun tanaman ini dapat tumbuh dengan baik yang biasa disebut “mone.”

Walaupun tidak optimal, sebagian masyarakat Nusa Penida sudah membudidayakannya dengan hasil yang cukup menjanjikan setiap musim panen. “Maan jehe ngadep pas mone te mebuah, tapi tare amongken, ebe keket ngelah punyane ne,” (red; Dapat memang menjual buah srikaya pas lagi berbuah, tapi tidak seberapa, maklum masih sedikit memiliki pohonnya), cerita Ni Wayan Parti (45) yang ditemui di kebunnya, Sabtu 29/6/2013. Ibu dua anak dari Banjar Adegan Kawan ini juga mengungkapkan bahwa ia hanya bisa panen mone sekali dalam setahun.

Mona Srikaya

Mone “srikaya” yang dibudidayakan di salah satu pekarangan warga Banjar Tanah Bias, Ped

Srikaya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Akan tetapi jenis tanah yang paling baik adalah tanah yang mengandung pasir dan kapur. Tanaman ini dapat tumbuh pada derajat keasaman tanah (pH) antara 6–6,5 dengan ketinggian tempat antara 100–1.000 m dpl. Pada ketinggian di atas 1.000 m dpl atau dataran tinggi dan pegunungan, tanaman srikaya tumbuh lebih lambat dan enggan berbuah. Kawasan Nusa Penida dengan bukit berkapur sangat baik sebagai tempat untuk pembudidayaan tanaman ini. Tidak mengherankan tanaman ini dapat tumbuh baik di beberapa kebun dan pekarangan rumah penduduk karena struktur tanah berkapur. Tanaman srikaya biasanya berbuah sebelum musim penghujan tiba atau sasih ketiga dan dapat dipanen jika buahnya sudah mangkel.

Mona Srikaya2

Pedagang di Pasar Mentigi menjual buah srikaya

Secara umum, masyarakat hanya memanfaatkan srikaya (custard apple) dengan memakan daging buahnya saja, ternyata buah ini kaya manfaat. Buah srikaya mengandung senyawa antioksidan, seperti vitamin C, yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Selain rasa buahnya yang manis, hampir semua bagian dari pohon srikaya termasuk buah, daun, akar, kulit kayu dan bijinya bisa bermanfaat untuk kesehatan. Seperti dikutip dari laman Times of India, daun srikaya memiliki sifat dingin serta rasanya pahit dan sepet. Bisa digunakan untuk mengobati rematik, batuk, demam, diare, cacingan, disentri, menghilangkan kutu pada kepala.”Dugas keiluane, don mone te anggone ngilangan kutu ajak tungun(red; Jaman dulu, daun srikaya dipakai untuk menghilangkan kutu dan tungro), papar Ni Nyoman Ranis (51 tahun) warga Banjar Cemulik, Desa Sakti (9/7).

Selain manfaat tersebut di atas, buah yang masih muda mengandung zat tannin yang bisa digunakan untuk gangguang pencernaan. Biji srikaya yang cukup keras pun bisa dimanfaatkan sebagai zat pemacu enzim pencernaan, anthelmintik, abortivum, dan bisa diolah menjadi racun pembunuh seranggga.Untuk kulit pohon pun bisa digunakan sebagai obat luar atau kulit karena mengangandung zat borneol, flavonoida, camphor, alkaloid anonain, dan terpene.

Daerah pengembangan tanaman srikaya di Nusa Penida sampai saat ini masih terbatas. Hal ini dikarenakan budi daya srikaya bukan pilihan utama, masyarakat cenderung mengutamakan tanaman lain. Dari sisi ekonomis, buah srikaya bisa menjadi prospek bisnis untuk menunjang ekonomi masyarakat. Beberapa pertimbangan yang menjadikan srikaya berpotensi untuk diusahakan dengan tujuan komersial antara lain, buah srikaya merupakan komoditas buah lokal yang mempunyai potensi untuk dikembangkan karena memiliki nilai jual yang tinggi dan masih sangat terbatas pengembangannya. Kedepannya, Nusa Penida bisa menjadi penghasil buah srikaya terbesar jika sungguh-sungguh dalam membudidayakan tanaman ini. (Meta)